Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ditemani Hujan, Berwisata Sejarah dengan Mengunjungi Museum “Rumah Surga” dan Museum “Nasi Tumpeng”

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 25 Desember 2024 | 14:54 WIB
(Foto live digital dan Museum Ullen Sentalu, History of Java Museum dan google map)
(Foto live digital dan Museum Ullen Sentalu, History of Java Museum dan google map)

RADAR MALIOBORO - Hujan hampir setiap hari merambah keseharian akhir-akhir ini, padahal waktu libur sudah dekat.

Namun perubahan musim ini memang tidak bisa dihindari, karena alam beraksi sebagaimana mestinya.

Meski demikian, jangan biarkan hujan menghalangi aktivitas berlibur anda.

Di Yogyakarta terdapat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi tanpa harus merasa kehujanan.

Dimulai dengan mengunjungi kabupaten Sleman, kita akan menemukan sebuah museum yang kental akan budaya Jawa, yaitu Museum Ullen Sentalu.

1. Museum Ullen Sentalu

Seperti yang sudah disebutkan di awal, museum ini kental akan budaya Jawa, di dalamnya menampilkan berbagai kebudayaan masa kerajaan, dan menyimpan berbagai koleksi seni para bangsawan.

Struktur bangunan museum bergaya jawa klasik yang dipadupadankan dengan gotik Eropa abad pertengahan, dapat dilihat dari Bangunan Guwo Selo Giri (lorong bawah tanah), Kampung Kambang (kompleks ruang di atas kolam), Gapuro Naga Petrol (undukan dari bawah tanah).

Museum Ullen Sentalu dibuka dan diresmikan pada tahun 1997 yang penamaannya diambil dari bahasa Jawa “Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku” yang berarti “terang adalah penentu jalan kehidupan”

Museum ini memiliki beberapa keunikan di antaranya disebut sebagai “Rumah Surga” karena sejuk dan asri, menampilkan pesona alam pegunungan Kaliurang yang sekaligus membuatnya terasa sejuk dan rimbun akan pepohonan yang subur.

Karakteristik museum yang berdampingan dengan alam membuatnya dapat memberi suasana di dalam ruangan dan luar ruangan sekaligus.

Ullen Sentalu menawarkan narasi budaya melalui koleksi barang-barang antik yang diciptakan oleh tokoh-tokoh sejarah dan budaya terdahulu.

Baca Juga: Jelang Perayaan Natal Menteri Nusron Serahkan Sertipikat untuk Gereja yang Berdiri sejak 1968

Tak jarang tempat ini juga sering dijadikan sebagai lokasi kegiatan seni, misalnya pada tahun 2019 menjadi tempat festival topeng Indonesia.

Masih mengunjungi situs bersejarah, bangunan yang menyimpan narasi tentang Jawa, yaitu History of Java Museum.

Wisata edukasi berbasis IT di Yogyakarta.

2. History of Java Museum

Yogyakarta selalu punya cerita, History of Java Museum menawarkan destinasi wisata edukasi yang memberikan pengetahuan sejarah Pulau Jawa mulai dari masa penjajahan sampai zaman modern saat ini, terdapat pula sejarah peradaban, budaya dan kesenian.

Narasi sejarah di museum ini diperlihatkan melalui koleksi barang-barang eksklusifnya, serta menunjukkan perpaduan antara sejarah dan teknologi.

Museum ini terdiri dari empat ruangan, yaitu:

a. Studio teater

Saat masuk ke History of Java Museum pengunjung akan disambut oleh mini teater wayang dan penayangan film purbakala yang menceritakan tentang sejarah Pulau Jawa.

b. Ruang Pameran

Berkeliling museum, pengunjung dapat mengamati dan mencoba koleksi peninggalan sejarah budaya yang menjadi ciri khas Jawa.

Koleksi tersebut merupakan barang-barang yang interaktif seperti gamelan dan wayang.

c. Ruang Tiga Dimensi

Selain penampilan dari para wayang kulit yang menceritakan tentang sejarah, museum ini menggunakan live digital sebagai teknologi yang pendukung.

Pengunjung dapat menonton film animasi 3D yang berdurasi 5 menit tentang kasih sayang dalam kehidupan Dinosaurus.

d. Diorama Room

Tempat ini memiliki background unik yang dilengkapi properti budaya, yaitu pakaian jawa dan perangkat gamelan yang dapat digunakan untuk swafoto.

Secara penampilan History of Java Museum memiliki bentuk bangunan yang unik, yaitu berbentuk segitiga kerucut seperti piramida atau nasi tumpeng.

Adapun pada malam hari bangunan ini cukup menarik dengan lampu-lampu yang menyorotnya.

(Marina Juliana; Berbagai Sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Ullen Sentalu #wisata pendidikan #museum #kaliurang #wisata edukasi