RADAR MALIOBORO - Tahun baru sudah berlalu, masyarakat berbondong-bondong berpergian ke suatu tempat melaksanakan liburan akhir tahun, salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah Yogyakarta.
Bandara, stasiun, maupun pelabuhan ramai menjadi tempat awal kedatangan dan bepergian dari Jogja, serta kendaraan darat seperti mobil dan motor ramai berdesakan memenuhi jalan sambil mengambil ruang supaya dapat sampai ke tujuan yang diinginkan.
Jogja memang menjadi kota yang tepat bagi kamu yang ingin menikmati pesona alam indonesia dengan paduan budaya yang terjaga, serta kulinernya yang autentik.
Orang-orang memang pada libur, tapi kota Jogja tampaknya sibuk melayani para pelancong, mereka singgah ke manapun tempat wisata yang ditawarkan Jogja.
Tentunya dengan kendaraan-kendaraan yang semakin padat, keberadaan mereka tidak kalah ramai dengan penghuni kota Jogja sendiri.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho memprediksi masyarakat yang datang ke Jogja pada Nataru 2024 mencapai sekitar 7,3 juta orang.
Sementara, Kementerian Pariwisata menyebutkan orang yang akan berkunjung ke Jogja diprediksi menyentuh angka delapan juta.
Bersama keramaian ini, diketahui jumlah orang yang bepergian ke luar Jogja lebih sedikit.
Menghadapi situasi ini pemerintah Jogja telah melakukan langkah antisipasi, mulai dari mendirikan posko, pengecekan, sampai rekayasa lalu lintas demi memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
1. Posko Kesehatan
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan posko kesehatan yang siaga memberikan layanan kesehatan bagi para pengunjung mulai dari tanggal 24 Desember hingga 1 Januari 2025.
Di dalam posko ini terdapat layanan kesehatan dengan sistem gawat darurat, tapi pengunjung tetap dapat datang ke posko dengan keluhan ringan seperti pusing atau kelelahan.
Posko ini ditempatkan pada tiga titik di kawasan Tugu Malioboro Kraton atau Gumaton, yaitu berada di Pos Pengamanan Tugu Teteg atau Abu Bakar Ali, dan Titik Nol Kilometer.
Posko ini akan siap siaga merujuk pasien ke rumah sakit atau puskesmas terdekat bila diperlukan penanganan lebih lanjut.
2. Tempat Khusus Parkir (TKP)
Tempat parkir menjadi masalah tersendiri bagi para pengguna kendaraan yang sedang mengunjungi tempat liburan mereka.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan tempat parkir resmi yang berada di Jalan Margo Utomo, Ketandan, Suryatmajan, Perwakilan, Beskalan, Pajeksan, Reksobayan, Secodiningrat, Mataram, Bhayangkara, KH Ahmad Dahlan, TKP Senopati, TKP Ngabean, TKP Sriwedani, TKP Limaran, TKP Malioboro 1 (Ab Bakar Ali), TKP Malioboro 2 (Selatan Pasar Beringharjo), TKP Malioboro 3 (Ketandan), dan TKP Beskalan.
Masyarakat dapat menggunakan tempat ini untuk menjaga keamanan kendaraan selama menjelajahi tempat-tempat di Malioboro dan sekitarnya.
3. Pengecekan Kendaraan
Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polresta (BPTD) Kelas III DIY, telah melakukan uji kelayakan atau ramp check angkutan bus di Terminal Giwangan untuk memastikan armada bus layak jalan demi menjaga keamanan dan keselamatan penumpang.
Dalam pengujian ini dilakukan pemeriksaan secara administrasi, mengecek kelengkapan surat-surat angkutan, surat KIR, dan surat izin mengemudi.
Dilanjutkan pengecekan kondisi fisik bus, mulai dari ban, lampu, mesin, wiper, alat pemadam api, pemecah kaca, dan pemeriksaan kelengkapan lainnya, serta memeriksa kesehatan sopir bus.
Kegiatan ini bersifat gratis dan akan dioperasikan secara berkala di wilayah Kota Yogyakarta.
4. Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas dilakukan di titik rawan kemacetan, serta menyesuaikan kondisi di lapangan dengan mengerahkan personel yang siap siaga di kawasan wisata dan pusat keramaian.
Pemerintah menyampaikan manajemen lalu lintas malam tahun baru, yaitu pertama:
menghindari zona merah yang terdiri dari S3 BPK, S4 Ngabean, Malioboro, Kleringan, S4 Tugu, Legend, dan S4 Gondomanan yang mengalami kepadatan lalu lintas.
Dan kedua: pengalihan ruas jalan di mana Jalan malioboro mulai ditutup pada pukul 18.00 WIB, Persimpangan/Perempatan Tugu Jogja ditutup mulai pukul 21.00 WIB, serta sistem buka tutup ruas jalan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan
(Marina Juliana; Pemerintah Kota Yogyakarta)
Editor : Iwa Ikhwanudin