Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Wisata Ziarah: Makam Raja di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Kompleks Pemakaman Kerajaan Mataram yang Sarat akan Sejarah

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:09 WIB
Gerbang Makam Raja-Raja di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.   (Sumber: Google Photo by Irfandri Dwi Aryono)
Gerbang Makam Raja-Raja di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. (Sumber: Google Photo by Irfandri Dwi Aryono)

RADAR MALIOBORO - Makam Raja Imogiri adalah kompleks pemakaman yang terletak di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja Kesultanan Mataram beserta keluarganya.

Dibangun pada abad ke-17 oleh Sultan Agung, makam ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Jawa.

Makam Raja Imogiri didirikan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja Kesultanan Mataram Islam, pada tahun 1632.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kepercayaan bahwa daerah perbukitan di Imogiri memiliki nilai spiritual tinggi.

Sultan Agung sendiri dimakamkan di kompleks ini setelah wafat pada tahun 1645.

Seiring waktu, makam ini menjadi tempat pemakaman para raja Mataram dan keturunannya, termasuk raja-raja dari Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Bukit Imogiri dipilih sebagai lokasi pemakaman karena dipercaya sebagai tempat yang sakral dan memiliki nilai spiritual tinggi dalam kepercayaan Jawa.

Imogiri berasal dari kata "Himagiri" dalam bahasa Sanskerta, yang berarti gunung kabut.

Pemilihan lokasi di atas bukit juga melambangkan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, di mana semakin tinggi tempatnya, semakin dekat pula secara spiritual dengan dunia para leluhur.

Kompleks makam ini memiliki arsitektur khas Jawa dengan pengaruh Islam yang kuat.

Gerbang utama dan dindingnya dihiasi dengan ornamen khas Mataram, serta terdapat undakan tangga yang harus dilalui oleh para peziarah untuk mencapai puncak makam.

Terdapat sekitar 300 hingga 500 anak tangga yang harus dilewati untuk menuju makam utama, melambangkan perjalanan spiritual menuju kesucian.

Peziarah yang ingin memasuki makam diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Jawa, yaitu kain jarik dan surjan untuk pria serta kebaya untuk wanita.

Aturan ini mencerminkan penghormatan terhadap tradisi dan leluhur.

Makam Raja Imogiri menjadi tempat ziarah bagi masyarakat yang ingin memberikan penghormatan kepada para leluhur dan raja-raja Mataram.

Tradisi ziarah biasanya dilakukan pada malam Jumat Kliwon atau saat bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Selain itu, banyak peziarah yang datang untuk mencari berkah atau sekadar merasakan atmosfer spiritual yang kental di tempat ini. 

Makam Raja Imogiri bukan hanya menjadi situs sejarah penting, tetapi juga merupakan simbol kejayaan Kesultanan Mataram.

Dengan arsitektur yang khas dan tradisi yang masih dijaga hingga kini, tempat ini menjadi salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi masyarakat Jawa.

(Adinda Tyas Ramadhani)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#makam raja imogiri #makam #Makam Raja #bantul yogyakarta #Imogiri Bantul