RADAR MALIOBORO – Kerajinan gabah Kasongan di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu contoh warisan budaya yang tumbuh dan berkembang melalui tradisi sekaligus inovasi kreativitas masyarakatnya.
Desa wisata kasongan menjadi pusat produksi kerajinan tanah liat yang dikenal hingga mancanegara, dengan produk yang beragam mulai dari peralatan dapur hingga dekorasi seni yang memiliki makna budaya.
Keunikan gerabah Kasongan tidak hanya pada bentuk dan warnanya, tetapi juga nilai sejarah dan sosial yang melekat kuat pada setiap karya.
Kerajinan gerabah kasongan bermula sejak masa kolonial Belanda pada awal abad ke-19.
Cerita unik muncul dari kematian seekor kuda milik Reserse Belanda di tanah milik warga desa yang menyebabkan warga melepas hak kepemilikan tanah mereka demi menghindari hukuman.
Dengan tanah pertanian yang hilang, penduduk beralih mengolah tanah liat di sekitar untuk membuat kerajinan.
Sejak itu, Kasongan berkembang menjadi sentra gerabah dengan desain sederhana yang kian hari kian berkembang dan menjadi identitas budaya masyarakat Jawa yang sangat kental.
Proses pembuatan gerabah Kasongan meibatkan beberapa tahapan penting dimulai dari pencampuran tanah liat berkualitas tinggi dengan pasir dan air hingga mencapai tekstur yang pas.
Perajin menggunakan teknik tempel dan teknik putar manual untuk membentuk karya.
Setelah itu, gerabah dikeringkan dibawah sinar matahari dan kemudian dibakar dalam tungku tradisional hingga menjadi keras dengan warna khas terakota yang bernilai estetika tinggi.
Teknik-teknik ini telah diwariskan turun temurun dan menjadi salah satu daya tarik utama produk kasongan.
Baca Juga: Mobil Polisi Jadi Rongsokan Dibakar Massa dalam Demo 28 Agustus 2025
Produk kasongan sangat beragam, mencakup peralatan rumah tangga seperti kendi, kuwali, anglo, guci, hingga karya seni patung dan dekorasi bernilai tinggi.
Produk ini terus berinovasi mengikuti tren pasar namun tetap mempertahankan nilai tradisi dan filosofi Jawa yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Inovasi dan kualitas tinggi membuat gerabah Kasongan dapat menembus pasar ekspor ke berbagai negara, membawa nama Kasongan ke panggung dunia.
Desa Wisata Kasongan kini juga menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya yang populer.
Wisatawan tidak hanya dapat membeli produk gerabah, tetapi juga ikut belajar proses pembuatannya langsung dari para perajin.
Aktivitas ini semakin memperkuat posisi Kasongan sebagai pusat kerajinan gerabah sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan pelestari budaya yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat setempat.
Kerajinan gerabah Kasongan membuktikan bagaimana tradisi dapat hidup dan berkembang bersamaan dengan kreativitas dan perkembangan ekonomi.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin