Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Peken Pinggul, Pasar Tradisional dengan Nuansa Tempo Dulu yang Hadir Setiap Minggu Legi di Klaten

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 11 September 2025 | 20:25 WIB
Pedagang yang menggunakan lurik dan melayani pembeli dengan ramah.
Pedagang yang menggunakan lurik dan melayani pembeli dengan ramah.

RADAR MALIOBORO – Peken Pinggul, pasar unik yang berada di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten ini hanya buka setiap 35 hari sekali atau lebih tepatnya setiap Minggu Legi.

Pekel Pinggu ini merupakan sebuah pasar dengan konsep tradisional bernuansa tempo dulu. Salah satu keunikannya yaitu pada transaksi pembayaran yang bukan menggunakan uang tetapi dengan koin yang terbuat dari gerabah. Setiap koin tersebut senilai Rp 2.000 dan berbentuk lingkaran.

Selain keunikan dalam proses transaksinya, Peken Pinggul ini juga berbeda dengan pasar-pasar pada umumnya. Peken pinggul ini berada di pinggir tanggul atau sungai. Banyak kuliner tradisional yang dapat ditemukan di Peken Pinggul ini, seperti gatot, tiwul, cenil, pecel, dawet, dan lainnya. Semua makanan tersebut dibungkus menggunakan kertas atau daun yang ramah lingkungan.

Para pedagang yang menggunakan pakaian lurik menambah kesan tradisional. Mereka juga melayani setiap pembeli dengan ramah. Suasana di pasar ini sangatlah nyaman, karena juga diberada di bawah rimbunan pohon bambu yang menambah kesan menyejukkan.

Selain itu, tersedia pula gazebo yang dapat digunakan oleh para pengunjung untuk beristirahat dan menikmati makanan yang mereka beli. Disamping itu, terdapat pula tontonan gratis berupa hadrah atau cokekan sebagai hiburan yang menambah suasana lebih mengasyikkan.

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#klaten #Minggu Legi #pasar tradisional #Peken Pinggul #Nuansa Tempo Dulu