Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Indonesian Reefer’s Coral Studio, Museum Terumbu Karang Pertama di Jogja!

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 24 September 2025 - 12:39 WIB
Caption gambar: Salah satu akuarium yang menjadi daya tarik utama di Indonesian Reefer’s Coral Studio.
Caption gambar: Salah satu akuarium yang menjadi daya tarik utama di Indonesian Reefer’s Coral Studio.

Radar Malioboro – Tak perlu ke laut untuk melihat hiu, lionfish, atau coral berwarna-warni. Cukup datang ke Indonesian Reefer’s Coral Studio, yang baru dibuka pada 15 Juni lalu di pusat kota Yogyakarta. Museum mini ini buka setiap hari pukul 17.00–21.00 WIB.

Begitu masuk, pengunjung disambut suasana gelap dengan cahaya biru yang menerangi akuarium. Lampu biru ini tidak hanya dekoratif, tetapi juga mendukung pertumbuhan coral dan alga.

Di ruang depan, lebih dari 100 jenis coral berwarna-warni tersusun rapi, menjadi rumah bagi lebih dari 100 spesies ikan tropis, mulai dari ikan karang mungil hingga ikan Dory (Paracanthurus hepatus).

Sementara itu, ruang belakang menampilkan dua hiu black tip, lionfish (Pterois volitans), belut laut, dan bintang laut besar dalam satu akuarium.

Museum ini digagas oleh Antano Briliant Hamfri, warga Yogyakarta yang awalnya hobi memelihara coral. Dari hobi itu lahir kepedulian terhadap kerusakan ekosistem laut.

Coral yang dipamerkan bukan hasil tangkapan laut, melainkan hasil budidaya yang bisa memakan waktu bertahun-tahun hingga tumbuh sempurna.

Menurut salah satu staf, Mas Jagad, Coral Studio lebih mirip laboratorium hidup. “Kami semua belajar merawat coral secara otodidak,” ujarnya.

Coral diperbanyak lewat teknik pemotongan, dan sebagian juga disiapkan untuk dilepas kembali ke laut sebagai bagian dari rehabilitasi.

Mas Izzaq, staf lain, menjelaskan bahwa air akuarium berasal dari laut Jepara dan air laut buatan. “Kalau salinitasnya tidak pas, coral dan ikan bisa stres,” jelasnya sambil menggunakan alat pengukur kadar garam.

Perawatan dilakukan oleh empat staf yang bergantian menjaga. Semua ruangan dipantau CCTV 24 jam untuk memastikan kondisi tetap stabil. “Tadi sempat mati listrik, beberapa ikan jadi stres dan harus recovery,” tambah Mas Izzaq.

Pengunjung bisa menikmati Coral Studio secara gratis. Ada pengalaman tambahan, seperti menyewa lensa khusus seharga Rp20 ribu untuk melihat detail coral, atau memberi makan hiu dengan biaya Rp50 ribu.

Bagi pecinta akuarium laut, coral dan ikan hasil budidaya juga tersedia untuk dibeli.

Dengan konsep yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan hiburan, Coral Studio menjadi destinasi baru menarik di Yogyakarta.

Lokasinya berada di Jl. Kusbini No.45, Demangan, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Dari ruangan bercahaya biru di tengah kota, Coral Studio mengingatkan bahwa menjaga laut bisa dimulai dari langkah sederhana.

Bagi warga Jogja, akhir pekan ini mungkin bisa jadi momen tepat untuk melihatnya langsung!

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hiu #Indonesian reefers coral studio #coral studio