Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Desa Wisata Wukirsari: Warisan Budaya Dunia yang Mendunia

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 26 September 2025 | 23:05 WIB
Desa wisata Wukirsari Bantul.
Desa wisata Wukirsari Bantul.

BANTUL – Di kaki perbukitan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah desa yang kini menjadi perhatian dunia: Desa Wisata Wukirsari.

Berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, desa ini tak hanya menawarkan panorama pedesaan yang asri, tetapi juga dua warisan budaya dunia yang masih hidup hingga kini, yakni batik tulis dan wayang kulit.

Sejak tahun 2007, Wukirsari resmi ditetapkan sebagai desa wisata melalui SK Pemerintah Desa dan SK Pemerintah Kabupaten Bantul. Pengelolaannya dilakukan secara pemberdayaan masyarakat, melibatkan ratusan perajin dan pelaku budaya lokal.

Di Dusun Giriloyo, Karang Kulon, dan Cengkehan, wisatawan bisa merasakan pengalaman belajar membatik langsung dari lebih dari 600 perajin batik tulis yang menjadikan kegiatan ini bukan sekadar atraksi, melainkan penggerak ekonomi keluarga.

Tak jauh dari sana, Dusun Pucung menjadi pusat kerajinan wayang kulit tatah sungging. Tradisi ini diyakini sudah ada sejak awal 1900-an, ketika seorang petinggi Keraton Yogyakarta meninggalkan wayang kulit dan burung perkutut sebagai wasiat budaya bagi masyarakat setempat.

Hingga kini, Dusun Pucung masih rutin menggelar pementasan wayang, khususnya dalam tradisi tahunan Majemukan yang digelar usai panen padi sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.

Batik Wukirsari dikenal kaya makna. Motif Sirgunggu Wiguna, misalnya, terinspirasi dari tanaman herbal yang dipakai untuk terapi gurah khas Giriloyo.

Ada pula Wahyu Tumurun, batik sarat simbol spiritual yang bahkan pernah dibeli oleh Kaisar Naruhito dari Jepang.

Selain itu, motif Sidomukti dengan gambar Garuda merepresentasikan doa akan kemakmuran dan kejayaan. Semua motif ini memperlihatkan bagaimana seni, tradisi, dan spiritualitas Jawa berpadu dalam selembar kain.

Eksistensi Wukirsari sebagai desa wisata semakin diakui dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, desa ini meraih Juara I Desa Wisata Maju dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Setahun kemudian, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menobatkan Wukirsari sebagai salah satu dari 55 Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 dalam ajang di Cartagena, Kolombia.

Pengakuan itu mendorong perhatian pemerintah pusat. Pada Januari 2025, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, berkunjung langsung ke Wukirsari.

Ia menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal, serta memanfaatkan media sosial dan konten digital untuk menjangkau wisatawan global.

“Pengembangan pariwisata berkelanjutan harus melibatkan masyarakat lokal serta dipromosikan melalui media sosial dan konten digital,” ujarnya.

Meski telah meraih prestasi gemilang, Wukirsari juga menghadapi tantangan, terutama terkait pendanaan dan infrastruktur.

Lonjakan wisatawan dengan lebih dari 106 ribu pengunjung antara 2019 hingga 2023 menuntut adanya terminal wisata dan fasilitas publik yang lebih memadai.

Pemerintah desa pun berencana mengajukan dana tambahan melalui Dana Keistimewaan DIY untuk memperkuat sarana prasarana, termasuk pelatihan bahasa asing bagi pemandu wisata.

Pada saat yang sama, Wukirsari mendapat suntikan semangat baru setelah resmi menjadi bagian dari Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2024.

Program ini memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan ekonomi inklusif, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan daya tarik wisata berbasis budaya.

Sinergi antara pengakuan internasional dan dukungan korporasi diharapkan semakin mengokohkan posisi Wukirsari di peta pariwisata dunia.

Wukirsari bukan hanya tentang wisata budaya, tetapi juga tentang kehidupan yang berjalan harmonis antara tradisi dan modernitas.

Wisatawan bisa menginap di homestay, mencicipi kuliner khas Bantul, hingga menikmati hamparan sawah dan perbukitan yang menyejukkan mata.

Di balik itu semua, desa ini tetap menjaga napas tradisi yang diwariskan leluhur: membatik, menatah wayang, serta bergotong royong menjaga bumi dan budaya.

Dengan segala capaian dan tantangan yang dihadapinya, Desa Wisata Wukirsari kini berdiri sebagai contoh nyata bagaimana warisan budaya dunia dapat menjadi motor kesejahteraan

masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan pariwisata berkelanjutan di era modern. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#wukirsari imogiri #Wisata Bantul #desa wisata #wukirsari