RADAR MALIOBORO – Yogyakarta, yang terkenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, kini memiliki daya tarik baru dengan hadirnya Museum Cokelat Monggo. Museum ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga sarana edukasi yang membawa pengunjung dalam perjalanan sejarah cokelat di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan merek cokelat lokal terkenal, Monggo. Didirikan pada tahun 2017 oleh Thierry Detournay, seorang warga Belgia dan pendiri Cokelat Monggo, museum ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cokelat, mulai dari sejarah hingga proses pembuatannya.
Terletak di Jl. Tugu Gentong, Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, museum ini juga merupakan kompleks pabrik Cokelat Monggo. Konsep desainnya menggabungkan unsur budaya Jawa dengan arsitektur Joglo, lengkap dengan dekorasi berupa ilustrasi wayang dan kain batik. Suasana tradisional semakin terasa dengan iringan musik gamelan yang menyambut setiap pengunjung.
Museum Cokelat Monggo menawarkan berbagai informasi dan pengalaman menarik. Pengunjung dapat mempelajari sejarah cokelat dunia serta bagaimana tanaman kakao masuk ke Indonesia. Selain itu, mereka dapat melihat langsung proses pembuatan cokelat Monggo, mulai dari pemilihan biji kakao hingga tahap pengemasan. Berbagai jenis cokelat Monggo dipamerkan, termasuk edisi khusus dan rasa unik. Untuk pengalaman yang lebih interaktif, museum ini juga mengadakan workshop pembuatan cokelat, di mana pengunjung dapat membuat kepingan cokelat sendiri. Tak ketinggalan, kedai cokelat di dalam museum menyediakan berbagai minuman dan makanan berbahan dasar cokelat, serta toko cokelat yang menjual produk-produk Monggo sebagai oleh-oleh.
Museum Cokelat Monggo berlokasi di Jl. Tugu Gentong RT 03, Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Jam buka museum ini adalah Senin hingga Kamis dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, serta Jumat hingga Minggu dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Tiket masuknya sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000, tergantung pada aktivitas yang dipilih. Fasilitas yang tersedia mencakup area parkir, mushola, dan toilet.
Cokelat Monggo dikenal tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena penggunaan bahan-bahan alami dan teknik pembuatan cokelat Belgia yang dipadukan dengan budaya Jawa. Nama "Monggo" sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti "silakan", sebagai wujud keramahan dan kecintaan pendiri terhadap budaya Jawa. Museum Cokelat Monggo adalah destinasi wisata yang cocok untuk semua kalangan, baik keluarga, pelajar, maupun pecinta cokelat. Dengan mengunjungi museum ini, pengunjung tidak hanya menikmati kelezatan cokelat, tetapi juga belajar tentang sejarah, budaya, dan proses pembuatan cokelat yang berkualitas.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin