Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menelusuri Sejarah dan Keindahan Taman Sari Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:56 WIB
Ilustrasi Taman Sari Yogyakarta.
Ilustrasi Taman Sari Yogyakarta.

RADAR MALIOBORO – Taman Sari Yogyakarta, juga dikenal sebagai "Water Castle" atau Istana Air, adalah kompleks bekas taman kerajaan Kesultanan Yogyakarta yang terletak sekitar 2 km selatan Keraton Yogyakarta. Dibangun pada pertengahan abad ke-18, pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792), taman ini memiliki beragam fungsi, seperti tempat peristirahatan, bengkel kerja, tempat meditasi, area pertahanan, dan tempat persembunyian. Taman Sari menjadi bukti kejayaan Keraton Yogyakarta di masa lalu.

Pembangunan Taman Sari dimulai pada tahun 1758 dan sebagian besar selesai pada tahun 1765, meskipun ada catatan yang menyebutkan penyelesaian hingga tahun 1769. Kompleks ini dibangun di atas lahan yang sebelumnya dikenal sebagai sumber mata air Pacethokan, yang telah digunakan sebagai tempat pemandian sejak masa pemerintahan Sunan Amangkurat IV (1719–1726). Menurut Kitab Mamana di Keraton Yogyakarta, proyek pembangunan Taman Sari dipimpin oleh Tumenggung Mangundipura, dengan beberapa sumber menyebutkan keterlibatan seorang arsitek Portugis bernama Demang Tegis.

Taman Sari dirancang sebagai kompleks multifungsi yang mencerminkan kehidupan kerajaan. Awalnya, taman ini membentang dari barat daya kompleks Kedhaton hingga tenggara kompleks Magangan. Taman Sari terdiri dari empat bagian utama: Segaran (Danau Buatan), Umbul Pasiraman (Kompleks Pemandian), Pulo Kenanga dan Sumur Gumuling, serta danau kecil di timur. Selain itu, Taman Sari juga dilengkapi dengan lorong-lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai jalur rahasia dan tempat perlindungan saat terjadi serangan.

Arsitektur Taman Sari merupakan perpaduan antara gaya Jawa tradisional dan elemen-elemen Eropa, seperti yang terlihat pada detail bangunan, lengkungan, dan ornamen. Gaya arsitektur ini mencerminkan pengaruh kolonialisme Belanda di Indonesia. Taman Sari juga memiliki relief dan ukiran yang tersebar di seluruh kompleks.

Seiring waktu, sebagian wilayah Taman Sari berubah menjadi pemukiman warga. Saat ini, hanya kompleks pemandian pusat yang terawat dengan baik. Upaya pelestarian dan pemeliharaan terus dilakukan untuk menjaga Taman Sari sebagai bagian penting dari warisan budaya Yogyakarta. Sejak tahun 2017, Pusat Kota Bersejarah Yogyakarta termasuk Taman Sari telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia sementara oleh UNESCO.

Saat ini, Taman Sari menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Yogyakarta. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur, menjelajahi lorong-lorong bawah tanah, dan mempelajari sejarah kompleks ini. Taman Sari buka setiap hari dengan harga tiket masuk yang terjangkau. Dengan sejarahnya yang kaya dan arsitekturnya yang unik, Taman Sari Yogyakarta menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang ingin merasakan atmosfer kerajaan dan mempelajari warisan budaya Jawa.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#yogyakarta #Istana Air Jogja #water castle taman sari #taman sari