RADAR MALIOBORO - Dikenal sebagai Kota Budaya, Yogyakarta menawarkan kekayaan sejarah yang tak lekang oleh waktu. Destinasi warisan di kota ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu kejayaan kerajaan, akulturasi budaya, hingga semangat perjuangan bangsa.
Destinasi wisata di kota ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu kejayaan kerajaan, akulturasi budaya, hingga semangat perjuangan bangsa. Bagi Anda yang ingin menyelami sejarah, berikut adalah lima destinasi wisata terbaik di Yogyakarta yang wajib masuk daftar kunjungan.
1. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Sebagai istana resmi yang masih aktif dihuni oleh keluarga Sultan, Keraton Yogyakarta adalah pusat kebudayaan dan pemerintahan Kesultanan Yogyakarta. Didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, Keraton ini menawarkan arsitektur Jawa klasik yang filosofi.
Pengunjung dapat menjelajahi museum yang menyimpan koleksi pusaka, hadiah dari raja-raja Eropa, hingga kereta kencana. Keraton juga sering menggelar pertunjukan seni dan upacara adat, memberikan pengalaman langsung untuk memahami tradisi Jawa yang adiluhung. Mengunjungi Keraton adalah kunci untuk memahami spiritualitas dan tata ruang kota Yogyakarta.
2. Taman Sari
Berjarak tak jauh dari Keraton, Taman Sari dulunya merupakan kompleks pemandian, taman, dan tempat peristirahatan bagi Sultan dan kerabatnya. Dikenal sebagai "Istana Air," kompleks ini dibangun antara tahun 1758-1765.
Daya tarik utama Taman Sari adalah arsitekturnya yang unik, memadukan gaya Jawa dan Portugis. Spot yang paling populer adalah Sumur Gumuling, masjid bawah tanah dengan struktur melingkar yang menakjubkan, serta kolam-kolam pemandian kuno yang indah. Lorong-lorong bawah tanah di sini menyimpan kisah-kisah tersembunyi sebagai jalur rahasia dan benteng pertahanan di masa lalu.
3. Candi Prambanan
Meskipun terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah, Candi Prambanan adalah permata heritage di wilayah Jogja yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini dibangun pada abad ke-9 dan didedikasikan untuk Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Candi-candi utama yang menjulang tinggi dihiasi relief-relief indah yang menceritakan kisah epik Ramayana. Prambanan tidak hanya memukau dari sisi arsitektur dan mitologi, tetapi juga menjadi lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni kolosal, seperti Sendratari Ramayana, yang menjadikannya destinasi budaya kelas dunia.
4. Benteng Vredeburg
Berlokasi strategis di kawasan Titik Nol Kilometer, Museum Benteng Vredeburg merupakan peninggalan kolonial Belanda yang berdiri sejak tahun 1760. Awalnya, benteng ini berfungsi sebagai pos pengawasan Belanda terhadap pergerakan Keraton.
Saat ini, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai museum perjuangan nasional. Dengan arsitektur khas kolonial, benteng ini menyimpan diorama yang secara kronologis menceritakan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mengunjungi benteng ini adalah cara yang sangat edukatif untuk memahami babak kelam sejarah kolonial dan heroiknya perlawanan rakyat.
5. Kotagede
Bagi penggemar sejarah kerajaan, Kotagede adalah kawasan yang tak boleh terlewatkan. Kotagede merupakan bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 dan menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.
Meskipun bekas istana telah menjadi reruntuhan, pengunjung masih dapat melihat situs bersejarah seperti Masjid Gede Mataram, kompleks makam raja-raja Mataram, dan sisa-sisa benteng pertahanan. Selain nilai sejarahnya, Kotagede juga terkenal sebagai pusat kerajinan perak di Yogyakarta, memadukan warisan budaya dan ekonomi kreatif.
Kombinasi antara kerajaan, peninggalan Hindu-Buddha, dan jejak kolonial menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi yang kaya akan pembelajaran sejarah. Setiap sudut kota ini menyimpan cerita yang menunggu untuk digali.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin