Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Lima Saksi Bisu Revolusi: Menguak Kisah Paling Kelam dan Heroik di Jantung Yogyakarta!

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:09 WIB
Wisata sejarah di Kota Yogyakarta.
Wisata sejarah di Kota Yogyakarta.

RADAR MALIOBORO – Daerah Istimewa Yogyakarta memang layak menyandang predikat Istimewa. Selain terkenal dengan wisata alamnya yang mempesona, Yogyakarta juga merupakan pusat kekayaan sejarah dan budaya. 

Daerah ini menawarkan beragam situs bersejarah, mulai dari museum, tempat ibadah, istana (kraton), hingga pemandian raja. Keistimewaan lainnya adalah banyak dari bangunan bersejarah tersebut yang masih berdiri kokoh dan terawat hingga kini. Anda dapat mengunjungi berbagai museum kapan saja untuk melihat dan mempelajari benda-benda dari masa lampau yang tersimpan rapi dan terjaga dengan baik. 

Ini Dia 5 Wisata Bersejarah di Yogyakarta

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan salah satu tempat bersejarah yang sudah berdiri sejak 1755 atas perintah Sultan Hamengkubuwono I. Selain sebagai simbol identitas budaya, Keraton Yogyakarta berfungsi sebagai kediaman sultan dan keluarga sekaligus pusat seni, budaya, dan keagamaan. 

Tidak hanya melihat bangunan bersejarah saja, Anda juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan atau upacara adat yang masih sering dilakukan oleh pihak keraton. Anda juga bisa menemukan barang-barang pusaka peninggalan zaman dulu, seperti kereta kencana, tombak, keris, dan lainnya. Tidak heran, jika lokasi ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. 

Lokasi : Jl. Rotowijayan Blok No.1, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta

2. Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari merupakan salah satu situs bersejarah Jogja yang wajib untuk dikunjungi. Dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada abad ke-17 (1758-1765), kompleks istana air ini dulunya memiliki 57 bangunan di area 10 hektare, mencakup kolam pemandian, danau buatan, hingga lorong bawah tanah. Meskipun kini hanya tersisi sebagian, peninggalam seperti Masjid Bawah Tanah menjadi spot favorit wisatawan yang mengabadikan kemegahan sejarah arsitektur kuno ini. 

Lokasi : Patehan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta

3. Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dibangun sekitar tahun 1760 dan awalnya berfungai sebagai markas pertahanan Belanda. Namun, sejak tahun 1992, bangunan bersejarah di Jogja ini telah dialihfungsikan menjadi sebuah museum yang penting.

Dimuseum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi sejarah yang merinci perjuangan bangsa Indonesia hingga periode setelah kemerdekaan. Koleksinya sangat beragam, mecakup diorama, foto, peta, peralatan perang, serta barang-barang milik pribadi para tokoh proklamator. 

4. Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Monjali merupakan monumen yang dibangun tahun 1985 untuk memperingati kembalinya Yogyakarta sebagai Ibu Kota RI. Monumen ini mempunyai bentuk unik seperti tumpeng dan terdiri dari tiga lantai. Lantai bawah berisi museum perjuangan, lantai dua menampilkan diorama dan relief, sedangkan lantai teratas adalah ruang bening untuk mengenang para pahlawan. Monjali adalah pilihan tepat untuk menambah wawasan sejarah perjuangan bangsa. 

Lokasi: Jl. Ring Road Utara, Jongkakng, Sariharjo, Ngaglik, Kab. Sleman

5. Candi Ratu Boko

Menurut legenda, Candi Ratu Boko merupakan reruntuhan istana (bukan candi) yang diditikan pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra (Budha), namun kemudian dipengaruhi oleh raja Mataram Hindu. Meskipun tidak semegah Candi Prambanan, lokasinya yang berada di ketinggian 195,97 mdpl menawarkan pemandangan indah ke arah Prambanan dan Kota Jogja. Situs ini memiliki gerbang utama, kolam, dan ruang ibadah, yang harus ditelusuri dengan berjalan kaki karena banyaknya anak tangga. 

Lokasi : Jl. Raya Piyungan – Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kota jogja #wisata #sejarah