Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Destinasi Watu Payung, Prambanan, Penyangga Tebing Breksi, Peroleh BKK Dana Keistimewaan Diproyeksikan sebagai Camping Ground

Kusno S Utomo • Senin, 27 Oktober 2025 | 07:00 WIB
WISATA TERINTEGRASI: Sejumlah wisatawan berfoto di Watu Payung Sambirejo, Prambanan, Sleman. Destinasi itu menjadi bagi rute wisata jeep dari Tebing Breksi hingga Candi Ijo.
WISATA TERINTEGRASI: Sejumlah wisatawan berfoto di Watu Payung Sambirejo, Prambanan, Sleman. Destinasi itu menjadi bagi rute wisata jeep dari Tebing Breksi hingga Candi Ijo.

SLEMAN - Pemda DIY telah mengucurkan dana keistimewaan (danais) melalui bantuan keuangan khusus (BKK) ke Pemerintah Kalurahan Sambirejo, Prambanan, Sleman.

BKK itu diberikan dalam rangka pengembangan objek wisata yang berada di kalurahan tersebut.

Ke depan, Watu Payung diproyeksikan sebagai penyangga destinasi Tebing Breksi dan kawasan camping ground (lahan perkemahan, Red).

Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan, BKK untuk pengembangan Watu Payungmulai digelontorkan pada 2021 silam.

Itu merupakan implementasi dari peraturan gubernur yang memuat tentang 11 kebijakan strategis.

“Salah satunya terkait kawasan terpadu,” jelas Aris saat dihubungi kemarin (26/10/2025).

Dijelaskan, Kalurahan Sambirejo menjadi salah satu pemenang lomba tertib administrasi pertanahan dan tata ruang yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY.

Karena itu, Kalurahan Sambirejo kemudian mendapat BKK Kawasan Terpadu Urusan Keistimewaan Tata Ruang Tahun Anggaran (TA) 2024.

“BKK kalurahan tersebut difungsikan untuk pembangunan infrastruktur di kawasan objek wisata Watu Payung,” terang Aris.

Photo
Photo

Di antaranya, membangun taman kuliner, penataan lanscap, setting area, dan pagar pengaman.

Selain itu, juga dibangun toilet dua bilik, peningkatan jaringan listrik dan lampu penerangan serta tempat penampungan sampah.

Tahun 2025 inidilanjutkan dengan penataan landscape dan perkerasan jalan, pembangunan musala dan gapura. Dari catatan Aris, saat ini destinasi wisata Watu Payung sudah beroperasi.

“Terus melakukan evaluasi aktivitasnya," lanjut mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini.

Beberapa kegiatan seperti pentas jatilan, senam warga, latihan menari dan event padukuhan rutin diadakan di Watu Payung.

Perputaran uang juga sudah terbentuk dari kegiatan komunitas, camping ground, dan jeep wisata.

Lurah Sambirejo Wahyu Nugroho mengatakan,perkembangan wisata di wilayahnya sebagian besar didukung danais.

Kini berhasil dan maju cukup pesat. Sebelum ada destinasi wisata Tebing Breksi , Sambirejo termasuk di antara tujuh kalurahan termiskin se- Kabupaten Sleman.

Mayoritas warganya bekerja sebagai penambang batu, tukang bangunan dan pencari rumput.

"Kalau warga nyari rumput, ranting dan berkebun itu berteduhnya di bawah Watu Payung. Jadi sesederhana itu awal pemberian nama Watu Payung,” cerita Wahyu.

Kini, Watu Payung dikembangkan sebagai destinasi penyangga Tebing Breksi sebagai objek wisata utama Sambirejo.

Akses kendaraan ke Watu Payung relatif mudah. Bisa langsung sampai di tempat lokasi.

"Program yang kami ajukan membuat camping ground, Dari Watu Payung kita bisa melihat pemandangan di Klaten-Merapi. Best view-nya itu sunrise," paparnya.

Sebelum mendapatkan BKK, warga dan pemerintah kalurahan sudah membuat master plan Watu Payung.

Kemudian dengan adanya BKK, Watu Payung dikelola menggunakan pendapatan asli desa (PADes.) “Setelah dapat suntikan BKK menjadi cepat proses pembangunannya,” papar Wahyu.

Salah satu pengelola Watu Payung Paimin menambahkan, kehadiran destinasi Watu Payung merupakan inisiatif dari warga setempat.

Dulunya, kawasan tersebut hanya menjadi rute wisata jeep. Sekarang jumlah wisatawan yang datang lumayan.

"Kalau Sabtu-Minggu bisa sampai ratusan kunjungan. Mayoritas pengunjung dari wisata jeep  mampir," ujarnya.

Watu Payung semakin ramai karena terintegrasi dengan wisata jeep dengan rute Tebing Breksi, Candi Banyunibo, Tebing Banyunibo, Arca Gupala dan Candi Ijo.

Tahun ini pembangunan infrastruktur  ditargetkan bisa selesai. Antara lain pagar, gapura dan musala.

"Kami mau jadikan camping ground. Tahap uji coba sudah kami lakukan,” kata Paimin. (oso/kus)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Watu Payung #Bantuan Keuangan Khusus #dana keistimewaan #destinasi wisata #prambanan #tebing breksi #BKK #Camping Ground