Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Goa Pindul: Di Balik Keindahan Alam Tersimpan Sejarah dan Mitos

Iwa Ikhwanudin • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:57 WIB

Ilustrasi Goa Pindul Yogyakarta  (foto: pinterest)
Ilustrasi Goa Pindul Yogyakarta (foto: pinterest)


RADAR MALIOBORO –  Goa Pindul, sebuah objek wisata yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik. Dikenal dengan aktivitas cave tubing, di mana pengunjung menyusuri sungai bawah tanah di dalam gua menggunakan ban pelampung, Goa Pindul menawarkan kombinasi antara petualangan alam dan warisan budaya. Nama "Pindul" sendiri berasal dari legenda yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat, dengan beberapa versi cerita mengenai asal usul nama ini.

Baca Juga: Pelaku Pencurian Perhiasan di Louvre Ditangkap: Dua Orang Diamankan Polisi Prancis

Salah satu versi, yaitu kisah Joko Singlulung, menceritakan tentang seorang pemuda yang mencari ayahnya dengan menyusuri hutan dan gua. Saat menyusuri tujuh gua, pipi Joko terbentur batu di dalam gua, sehingga gua tersebut dinamakan Pindul, kependekan dari "pipi kebendul". Versi lain mengisahkan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang membawa seorang bayi dalam perjalanan ke arah timur. Karena bayi tersebut terus menangis, mereka memutuskan untuk memandikannya di dalam gua, yang kemudian terbentuk setelah tanah di puncak bukit runtuh. Selain itu, terdapat juga cerita tentang mata air di dalam gua yang dikenal sebagai "mbelik panguripan" atau mata air kehidupan.

Baca Juga: Kerja Sama Mesir dan Palang Merah Internasional: Pencarian Jenazah Sandera di Jalur Gaza

Sebelum menjadi tempat wisata yang populer, Goa Pindul dulunya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mandi, mencuci, dan memancing. Air sungai yang jernih menjadi berkah tersendiri bagi warga desa. Pada tahun 2010, mahasiswa dari UGM (Universitas Gadjah Mada) melakukan penelitian di Goa Pindul dan menemukan keindahan stalaktit dan stalagmit di dalamnya. Mereka juga melihat potensi unik dari sungai yang mengalir di dalam gua. Pemerintah dan warga sekitar kemudian secara resmi membuka Goa Pindul sebagai tempat wisata minat khusus pada tanggal 10 Oktober 2010.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025 Download Gratis Desain Keren untuk Rayakan 28 Oktober

Goa Pindul juga menyimpan mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Salah satu mitos yang terkenal adalah keberadaan batu stalagmit berbentuk lonjong yang dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria yang menyentuhnya, sedangkan air tetesan dari stalaktit gua diyakini memiliki manfaat kecantikan bagi wanita. Di bagian terdalam gua, terdapat ruangan yang diyakini sebagai tempat meditasi dan semedi para leluhur.

Baca Juga: Makna dan Sejarah Hari Sumpah Pemuda 2025, Momen Lahirnya Semangat Persatuan dan Kebangsaan Indonesia

Dengan panjang sekitar 350 meter dan lebar 5 meter, Goa Pindul menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Penelusuran gua memakan waktu sekitar satu jam dan berakhir di sebuah dam, di mana wisatawan dapat menikmati keindahan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun. Salah satu daya tarik utama adalah stalaktit raksasa yang tergantung dari langit-langit gua, menjadikannya salah satu stalaktit terbesar di dunia yang masih aktif. Saat ini, Goa Pindul menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Gunungkidul, menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Dengan kombinasi antara keindahan alam, sejarah yang kaya, dan mitos yang menarik, Goa Pindul menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#goa pindul #goa pindul susur sungai #wisata #gunungkidul