Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Gedung Djoeang 45: Salah Satu Gedung Dengan Saksi Bisu Sejarah Yang Terletak di Solo!

Bahana. • Selasa, 18 November 2025 | 22:20 WIB

Photo
Photo
RADAR MALIOBORO  - Gedung Djoeang 45 di Surakarta (Solo) telah bertransformasi dari sebuah markas militer kolonial menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan ruang publik paling diminati.

Bangunan cagar budaya ini tak hanya memamerkan arsitektur khas Eropa yang menawan, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang perjuangan bangsa.

Dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1876 hingga 1880, Gedung Djoeang 45 awalnya dikenal sebagai Cantienstraat, yang dimana berfungsi sebagai kantin dan tempat pelayanan bagi tentara Belanda.

Seiring waktu, fungsinya terus berubah:

• Sempat menjadi asrama militer dan klinik tentara Belanda.

• Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini direbut oleh Pasukan Nippon, dijuluki Senkokan, dan dijadikan markas militer.

• Setelah kemerdekaan, gedung ini pernah digunakan sebagai fasilitas pendidikan (SPK, SMPN 3, dan SMPN 5) sebelum dijadikan markas militer dan pusat Brigade Infanteri 6 pada 1949–1980.

• Monumen ini juga mengabadikan peran penting para wanita pejuang dalam Serangan Empat Hari di Solo tahun 1949.

Setelah direvitalisasi, kini Gedung Djoeang 45 dikelola oleh Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan PT Andalan Solo Baru dan dibuka kembali sebagai objek wisata sejarah sejak 20 September 2019. Daya tarik utamanya adalah perpaduan antara nilai sejarah dengan estetika modern yang menarik minat wisatawan muda:

• Arsitektur Kolonial: Bangunan bergaya Eropa yang megah dengan dinding tebal dan jendela besar menawarkan latar belakang foto yang unik dan instagramable.

• Ruang Publik: Pengunjung dapat menjelajahi area dalam dan luar gedung, melihat foto dan narasi sejarah, serta bersantai di area taman yang dilengkapi bangku dekoratif.

• Konsep Unik: Untuk masuk ke area tengah, pengunjung tidak dikenai tiket masuk konvensional, melainkan cukup dengan membeli produk es krim dari salah satu outlet yang berada di dalam gedung, menjadikannya destinasi yang unik.

Lokasinya yang strategis di Kedung Lumbu, dekat pusat kota dan kawasan Keraton, membuatnya mudah diakses.

Baca Juga: Siap Mendaki di Musim Hujan? Ini Hal-Hal yang Wajib Kamu Perhatikan!

Gedung Djoeang 45 kini tak hanya menjadi pengingat perjuangan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan destinasi favorit bagi warga lokal maupun turis luar daerah. Bagi kalian yang sedang berada di solo, jangan lupa mampir ke Gedung Djoeang 45 ini ya!
Terima Kasih!

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#gedung djoeang 45