RADAR MALIOBORO – Di tengah hutan hijau dan hamparan sawah yang menyejukkan, Candi Tirto Raharjo berdiri megah, menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan keindahan arsitektur dan suasana romansa. Meskipun terletak di Yogyakarta, candi ini menghadirkan nuansa Bali yang kental, menjadikannya tempat yang ideal bagi para pencari kedamaian dan keindahan.
Candi Tirto Raharjo terletak di Jl. Kasongan, Tirto, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan nuansa pedesaan yang damai, candi ini menawarkan suasana yang menenangkan bagi pengunjung.
Dibangun oleh seniman Timbul sebagai ungkapan cinta untuk istrinya, Candi Tirto Raharjo menjadi simbol keabadian kasih, sekaligus destinasi yang memikat hati para wisatawan. Candi Tirto Raharjo memiliki catatan sejarah yang menarik meskipun bentuknya modern. Sebuah candi kuno dengan nama yang sama diperkirakan dibangun pada abad ke-8 atau ke-9 M pada masa Kerajaan Mataram Kuno, terletak di Desa Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pemujaan air yang dianggap sebagai simbol kehidupan dan kesuburan menjadi bagian penting dari keberadaan candi ini, berlokasi dekat dengan sumber mata air.
Candi Tirto Raharjo menawarkan berbagai daya tarik yang membuatnya layak dikunjungi. Arsitektur candi ini memukau, menggabungkan elemen tradisional Jawa dengan sentuhan modern yang elegan. Ornamen-ornamen klasik seperti kursi rotan dan ukiran artistik menghiasi setiap sudut, menciptakan estetika yang menawan. Selain itu, suasana di candi ini sangat romantis, menjadikannya tempat ideal untuk liburan atau sesi foto pernikahan.
Candi ini juga berfungsi multifungsi, tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai restoran, homestay, serta venue untuk acara-acara seperti MICE (meeting, incentive, conference, exhibition). Banyak pengunjung yang merasakan nuansa Bali saat berada di sini, berkat desain dan dekorasi yang mirip dengan bangunan tradisional pulau tersebut. Dengan kombinasi keindahan, sejarah, dan suasana cinta, Candi Tirto Raharjo menjadi pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin