Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Wisatawan Ramai ke Yogyakarta Saat Nataru, Okupansi Hotel di Yogyakarta Capai 61 Persen

Magang Radar Malioboro • Senin, 22 Desember 2025 | 21:55 WIB
MEMBLUDAK: Wisatawan menikmati suasana malam yang memadati di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja Kamis malam (9/2). Libur panjang dalam rangka cuti bersama Peringa
MEMBLUDAK: Wisatawan menikmati suasana malam yang memadati di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja Kamis malam (9/2). Libur panjang dalam rangka cuti bersama Peringa

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan pemesanan kamar hotel mulai tanggal 20 Desember hingga 2 Januari mencapai 30 hingga 40 persen. Namun, hingga saat ini tingkat penggunaan atau keterisian hotel sudah mencapai 61 persen.

“Di tanggal 21 Desember itu 60 persen, ini banyak yang offline datang langsung ke hotel (memesan),” kata Deddy.

Pihaknya yakin bisa melebihi target yang sudah ditentukan saat ini, yaitu mencapai 80 persen okupansi hotel di seluruh DIY, melihat kondisi wisatawan yang datang saat ini.

Jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta justru bertambah meski kondisi di Bali tidak baik.

Menurut Deddy, banyak orang yang awalnya berniat pergi ke Bali, namun akhirnya batal dan memilih untuk mengunjungi Yogyakarta saja.

“Banyak mereka rencana ke Bali mengurungkan lalu ke Jogja. Ini menguntungkan kita tapi harus mewaspadai kemacetan dan lain-lain,” ujar Deddy.

Menurut Deddy, jumlah wisatawan yang banyak ini menjadi tantangan bagi Pemerintah DIY serta para pelaku usaha di bidang pariwisata.

Ia berharap para pelaku wisata tidak memanfaatkan kesempatan saat banyak wisatawan datang ke Yogyakarta.

Sebelumnya, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengakui bahwa jumlah wisatawan asing terpuruk. Menurut Koster, biasanya setiap harinya terdapat sekitar 20 ribu wisatawan asing, namun saat ini hanya berkisar antara 11 ribu hingga 16 ribu saja.

"Mancanegara, hariannya ya, sekarang agak menurun. Dari periode September - Oktober, terjadi penurunan ya. Sekarang hariannya, 11 ribu sampai 16 ribu," ujar Koster .

Kekhawatiran soal banjir juga menjadi salah satu alasan mengapa pesanan vila dibatalkan. Anggota dari Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) mengatakan ada pembatalan sampai 15 persen sebelum Nataru.

Diperkirakan tingkat penggunaan vila milik anggota BVRMA hanya sekitar 55 hingga 60 persen saja.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#liburan nataru #wisatawan #yogyakarta #phri diy #nataru