RADAR MALIOBORO— Di balik megahnya bangunan bersejarah di Turki, tersimpan detail kecil yang kerap luput dari perhatian wisatawan. Detail itu berupa rumah-rumah burung dari batu yang diukir indah, dikenal dengan sebutan kuş sarayları atau istana burung, peninggalan era Kekaisaran Ottoman yang sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam.
Kota Tua Istanbul menjadi wilayah dengan jumlah istana burung terbanyak. Struktur mungil ini biasanya menempel di bawah atap masjid, makam, sekolah, hingga bangunan publik bersejarah. Dibangun antara abad ke-16 hingga ke-19, istana burung tidak sekadar berfungsi sebagai tempat tinggal burung, tetapi juga menjadi karya seni arsitektur yang mencerminkan kejayaan peradaban Ottoman.
Keberadaan kuş sarayları berakar dari ajaran Islam tentang sedekah. Pada masa Ottoman, kepedulian terhadap makhluk hidup tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga hewan. Yayasan keagamaan kala itu bahkan menyediakan dana untuk memberi makan hewan liar seperti burung, kucing, anjing, hingga kuda. Membangun rumah burung dianggap sebagai bentuk amal yang bernilai pahala.
Secara historis, konsep rumah burung diyakini telah muncul sejak masa Kekaisaran Seljuk pada abad ke-13, ditandai dengan desain sederhana berupa lubang-lubang kecil.
Baca Juga: Netflix Pastikan Emily in Paris Berlanjut ke Season 6, Petualangan Baru Menanti
Memasuki era Ottoman, arsitekturnya berkembang pesat dengan ornamen rumit bergaya Timur Tengah, bahkan dipengaruhi sentuhan Barok dan Rokoko Eropa pada abad ke-18.
Tidak semua wilayah Turki memiliki istana burung. Selain Istanbul, peninggalan ini juga dapat ditemukan di Edirne, Van, dan Doğubeyazıt. Salah satu yang paling terkenal berada di Masjid Yeni Valide, distrik Üsküdar, dengan bentuk menyerupai masjid mini lengkap dengan kubah dan menara kecil.
Kini, meski jumlahnya semakin terbatas, kuş sarayları tetap menjadi simbol unik warisan Ottoman, bukti bahwa estetika, keimanan, dan kepedulian terhadap alam pernah berpadu harmonis dalam arsitektur Turki.
(Alena Mutiara)