RADAR MALIOBORO — Liburan ke alam hijau dengan udara sejuk sering kali identik dengan Swiss. Pegunungan, padang rumput luas, dan suasana tenang menjadi daya tarik utamanya. Namun, nuansa serupa ternyata bisa ditemukan di Asia, tepatnya di Jiangbulake Scenic Area, Xinjiang, China.
Jiangbulake Scenic Area berada di Kabupaten Qitai, Prefektur Changji, wilayah Xinjiang Uygur, di lereng timur Pegunungan Tianshan. Kawasan wisata ini berada di ketinggian sekitar 1.700–2.200 meter di atas permukaan laut, membuat udaranya sejuk dan menyegarkan, terutama saat musim panas.
Nama Jiangbulake berasal dari bahasa Kazakh yang berarti “sumber air suci”. Sebutan ini merujuk pada banyaknya mata air dan aliran sungai jernih yang mengalir di hampir setiap lembah. Lanskap alamnya didominasi padang rumput hijau, hutan pinus, lembah luas, serta latar pegunungan bersalju yang kerap membuat wisatawan menjulukinya sebagai “Swiss-nya Xinjiang”.
Salah satu daya tarik utama Jiangbulake adalah ladang gandum dan bunga canola yang membentang luas mengikuti kontur pegunungan. Saat musim panas, hamparan hijau dan kuning keemasan berpadu dengan langit biru, menciptakan pemandangan yang fotogenik dan menenangkan. Tak heran, kawasan ini menjadi favorit wisatawan pecinta fotografi dan pencari ketenangan.
Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga bisa menyaksikan kehidupan masyarakat lokal etnis Kazakh yang masih mempertahankan budaya tradisional, mulai dari rumah tenda khas hingga kesenian dan kuliner daerah. Beberapa titik pandang dan jalur cable car juga tersedia untuk menikmati keindahan Jiangbulake dari ketinggian
Alam yang masih terjaga,
suasana tenang, dan lanskap yang memanjakan mata, Jiangbulake Scenic Area menjadi alternatif destinasi wisata alam di China bagi wisatawan yang mendambakan pengalaman ala Swiss tanpa harus ke Eropa.
( Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin