Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Momen Viral di DPR, Menteri Pariwisata Bingung Jelaskan Anggaran Rp1,46 Triliun, Saleh Daulay Beri Deadline 5 Hari

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 9 April 2026 | 12:59 WIB
Cuplikan video rapat kerja Komisi VII DPR RI yang viral di media sosial, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana tampak kesulitan menjelaskan rincian anggaran Kementerian Pariwisata senilai Rp1,46 triliun saat dicecar Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Rabu (1 April 2026). (istimewa)
Cuplikan video rapat kerja Komisi VII DPR RI yang viral di media sosial, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana tampak kesulitan menjelaskan rincian anggaran Kementerian Pariwisata senilai Rp1,46 triliun saat dicecar Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Rabu (1 April 2026). (istimewa)

 JAKARTA – Sebuah video rapat kerja Komisi VII DPR RI yang viral di media sosial membuat publik heboh.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana tampak kesulitan menjelaskan rincian anggaran Kementerian Pariwisata senilai Rp1,46 triliun saat dicecar Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Rabu (1 April 2026).

Dalam rapat yang membahas tindak lanjut rencana kerja tahun 2026 tersebut, Saleh Daulay menemukan ketidaksinkronan data antara pagu efektif dengan rincian anggaran per deputian.

Ia menghitung ulang angka-angka yang disampaikan jajaran kementerian dan menemukan selisih signifikan, terutama pada alokasi tugas pembantuan dan program pemasaran. 

Baca Juga: Episode Serial Film Kartun SpongeBob yang Menuai Kritik, Hingga Dilarang Tayang!

Menteri Widiyanti Putri Wardhana dan pejabat Biro Perencanaan Kementerian Pariwisata terlihat kebingungan saat diminta memberikan penjelasan eksak.

Mereka sempat menyebut angka “sekitar” atau perkiraan, yang langsung ditegur keras oleh Saleh.

“Ini eksak kalau angka itu. Ini dari tadi masalahnya enggak pas ikutan angka-angka ini, makanya saya soal,” tegas Saleh Daulay dengan nada tinggi, seperti terdengar dalam video yang beredar luas di platform X (Twitter).

Selain soal ketidaksesuaian data, Saleh juga menyoroti ketimpangan alokasi anggaran.

Sektor pemasaran disebut jauh lebih besar dibandingkan pengembangan destinasi wisata.

Baca Juga: Sekolah Tenis Meja Genesis Nanda Table Tennis Center (NTC) Yogyakarta Cetak Atlet Pingpong Berprestasi Nasional dan Internasional

Hal ini dinilai kurang mendukung peningkatan infrastruktur dan kualitas destinasi pariwisata di daerah, sebagai salah satu destinasi unggulan nasional.

Komisi VII DPR RI akhirnya memberikan waktu 5 hari kerja kepada Kementerian Pariwisata untuk memperbaiki dan menyerahkan laporan anggaran yang lebih akurat dan sinkron.

Video tersebut langsung viral dan menuai berbagai komentar di media sosial.

Banyak netizen mempertanyakan kompetensi pejabat tinggi dalam mengelola anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat.

Beberapa pengguna juga menyinggung latar belakang Menteri Widiyanti yang berasal dari keluarga pengusaha.

Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, 5 Manfaat Menjaga Aki Agar Pengendara Aman dan Tenang Di Jalan

Isu ini relevan karena pariwisata menjadi salah satu pilar ekonomi daerah.

Malioboro, Keraton, Prambanan, hingga pantai-pantai selatan Jogja sering menjadi andalan nasional.

Jika anggaran pemasaran dominan tapi pengembangan destinasi terabaikan, dikhawatirkan wisatawan akan kecewa dengan infrastruktur dan fasilitas yang kurang memadai.

Kementerian Pariwisata sendiri sebelumnya menyatakan komitmen transparansi dan sinergi dengan DPR untuk menghadapi tantangan global terhadap sektor wisata 2026. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Anggaran Pariwisata #Komisi VII DPR #Saleh Daulay #Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana #menteri pariwisata