Tradisi Potong Rambut Gimbal Dieng, Warisan Budaya Penuh Makna Spiritual

Fibrian Putri Heragung • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:02 WIB
Tradisi Potong Rambut Gimbal Dieng, Warisan Budaya Penuh Makna Spiritual
Tradisi Potong Rambut Gimbal Dieng, Warisan Budaya Penuh Makna Spiritual

 RADAR MALIOBORO – Tradisi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih dipertahankan hingga saat ini. Bagi masyarakat setempat, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan adat, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Dieng.

Budayawan Wonosobo, Nanik Widayat, mengatakan tradisi potong rambut gimbal merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, ritual tersebut memiliki berbagai nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dieng, tradisi potong rambut gimbal juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang dapat memperkenalkan kebudayaan Dieng kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, pemotongan rambut gimbal dilakukan melalui rangkaian ritual adat tertentu. Masyarakat percaya prosesi tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena rambut gimbal pada anak memiliki makna khusus.

Setelah rambut gimbal dipotong, helai rambut tersebut kemudian dilarung ke sungai. Prosesi ini menjadi simbol untuk melepaskan doa dan harapan keluarga agar anak dapat tumbuh sehat, memiliki perilaku yang baik, serta senantiasa dijauhkan dari berbagai marabahaya.

Baca Juga: USS Downtown Market Hadir Perdana di Yogyakarta, Bawa 50 Brand hingga Kolaborasi Eksklusif

Ani Puji Astuti, salah satu orang tua anak berambut gimbal, menuturkan bahwa masyarakat Dieng memiliki kepercayaan tersendiri terhadap keberadaan rambut gimbal pada anak. Rambut tersebut diyakini sebagai anugerah yang membawa makna tertentu bagi kehidupan anak.

Karena itu, orang tua tidak bisa memotong rambut gimbal anak begitu saja. Pemotongan harus dilakukan setelah melalui proses adat dan memenuhi berbagai permintaan yang disampaikan oleh sang anak.

Tradisi tersebut hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur. Pelestarian potong rambut gimbal diharapkan dapat menjaga keberadaan tradisi khas Dieng sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.

( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )
Sumber: Berbagi Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
dieng gimbal rambut wonosobo rambut gimbal