Ullen Sentalu, Museum di Kaliurang yang Bikin Sejarah Jawa Terasa Hidup

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:31 WIB
Museum Ullen Sentalu. (visitingjogja.com)
Museum Ullen Sentalu. (visitingjogja.com)

Berkunjung ke Museum Ullen Sentalu bukan sekadar melihat koleksi benda bersejarah. Berada di kawasan Kaliurang, Sleman, museum ini membawa pengunjung menyusuri cerita panjang tentang kehidupan, seni, dan budaya Jawa melalui ruang-ruang yang berpadu dengan suasana sejuk pegunungan.

Museum Ullen Sentalu diresmikan pada 1 Maret 1997 oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam VIII. Nama “Ullen Sentalu” merupakan akronim dari falsafah Jawa Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku, yang dimaknai sebagai “terang adalah penuntun jalan kehidupan”.

Memasuki kawasan museum, pengunjung akan menemukan suasana yang berbeda dari museum pada umumnya. Bangunan, taman, kolam, lorong, hingga jalan berkelok dirancang menyatu dengan lingkungan pegunungan.

Salah satu bagian yang menjadi ciri khasnya adalah ruang bawah tanah Guwo Selo Giri serta area Kampung Kambang yang memiliki jalur menyerupai labirin.

Koleksi yang disimpan juga membawa pengunjung lebih dekat dengan sejarah Jawa, terutama perkembangan Mataram dan kehidupan keluarga keraton.

Baca Juga: Peserta Karnaval Meninggal Beberapa Jam Usai Tampil, Visual Seram SKNC 2026 Jadi Sorotan

 Museum menyimpan lukisan, foto tokoh sejarah, kain batik, karya sastra, arca Hindu-Buddha, hingga koleksi etnografi yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa Mataram Islam.

Menariknya, sebagian koleksi Ullen Sentalu tidak disajikan hanya melalui tulisan pada label. Koleksi lukisan naratif justru menjadi media untuk menyampaikan kisah dan memori sejarah melalui penuturan pemandu. Karena itu, pengalaman berkunjung terasa seperti mendengarkan sebuah cerita, bukan sekadar melihat benda yang dipajang.

Salah satu pilihan kunjungan adalah Tur Adiluhung Mataram yang mengajak pengunjung mengenal budaya Mataram melalui lukisan, foto, syair, dan batik. Ada pula Tur Skriptorium yang membahas perjalanan sejarah dan peradaban Jawa serta Nusantara, dan Tur Vorstenlanden yang mengangkat sejarah kekuasaan Mataram hingga Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Keunikan Ullen Sentalu membuat museum ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan peninggalan masa lalu. Museum tersebut berupaya mempertemukan masyarakat dengan warisan budaya melalui cerita, ruang, dan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan manusia di balik sejarah.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata budaya dengan suasana berbeda, Museum Ullen Sentalu dapat menjadi pilihan saat berada di kawasan Kaliurang. Museum ini buka Selasa hingga Minggu pukul 08.30–16.30 WIB, dengan tur terakhir pada pukul 15.15 WIB.

Editor : Bahana.
Sejarah Jawa wisata sleman museum ullen sentalu wisata jogja kaliurang