Mahastupa Borobudur Dipugar, Yasti hingga Rekahan Batu Jadi Perhatian

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:36 WIB
Candi Borobudur (foto:obortimur.com)
Candi Borobudur (foto:obortimur.com)

Upaya menjaga kelestarian Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus dilakukan. Kali ini, pekerjaan konservasi menyasar Mahastupa atau stupa induk yang berada di bagian paling tinggi kompleks candi.

Mahastupa menjadi salah satu bagian penting dalam struktur Borobudur. Karena posisinya berada di bagian atas, kondisi setiap komponennya menjadi perhatian dalam kegiatan pemantauan dan perawatan bangunan cagar budaya tersebut.

Pekerjaan konservasi dilakukan setelah pemantauan dan kajian teknis menemukan sejumlah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan. Beberapa di antaranya meliputi pergeseran pada bagian Yasti, pelapukan batu, keberadaan rongga dan rekahan, hingga persoalan penggaraman pada material batu.

Penanganan tidak semata-mata dilakukan untuk memperbaiki bagian batu yang mengalami perubahan. Tim konservasi juga berupaya menjaga kekuatan dan kestabilan struktur agar potensi kerusakan lebih lanjut dapat diminimalkan.

Baca Juga: Makna Lagu “Astaga Bercanda”, Tentang Rela Jadi yang Kedua demi Orang yang Dicintai

Dalam prosesnya, prinsip pelestarian bangunan cagar budaya tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap tindakan dilakukan secara terbatas dan terukur dengan memperhatikan kondisi serta keaslian material yang telah menjadi bagian dari struktur candi selama bertahun-tahun.

Bagian Yasti menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian khusus. Posisinya berada di bagian atas Mahastupa sehingga penanganannya membutuhkan kajian dan perhitungan teknis yang cermat.

Pekerjaan di area tersebut juga membutuhkan pemasangan perancah untuk mendukung proses pemeriksaan dan penanganan. Apabila diperlukan, komponen batu dapat ditangani secara terbatas sesuai hasil kajian tenaga ahli.

Karakter material lama menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam setiap tahapan pekerjaan. Karena itu, intervensi dilakukan secara hati-hati agar proses konservasi tidak justru mengubah karakter asli bangunan.

Di tengah berlangsungnya pekerjaan, aktivitas wisata di Candi Borobudur tetap berjalan. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian demi menjaga keamanan pengunjung dan pekerja.

Beberapa bagian di sekitar Mahastupa ditetapkan sebagai zona kerja sehingga tidak dapat dimasuki wisatawan. Jalur kunjungan juga dapat mengalami perubahan menyesuaikan kondisi serta perkembangan pekerjaan di lapangan.

Pemugaran Mahastupa menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mempertahankan kondisi Borobudur. Perawatan dan pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi bangunan.

Baca Juga: Niat Hiburan di Tengah Banjir, Pria Ini Malah Dipenjara Usai Naik Jet Ski di Jalanan Bangkok

Borobudur sendiri merupakan bagian dari Borobudur Temple Compounds yang telah tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1991. Status tersebut membuat upaya pelestarian tidak hanya berkaitan dengan menjaga bentuk fisik candi, tetapi juga memastikan warisan sejarah tersebut tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Editor : Bahana.
Mahastupa Borobudur pemugaran Borobudur magelang unesco candi borobudur