Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan

Heru Pratomo • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:42 WIB
Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan
Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan

 

Hobi touring para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Peliput Djarum (Forward) berlanjut. Kali ini dengan menjelajahi pantai selatan Gunungkidul, Minggu (25/10). Sebelas wartawan berangkat bersama-sama untuk melihat langsung perkembangan wisata di Gunungkidul selatan.

Jarak jalan utama Baron-Tepus ke objek wisata On The Rock di kawasan Pantai Drini, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul kurang dari satu kilometer. Tapi banyaknya bus pariwisata, kendaraan pribadi wisatawan, baik mobil dan motor, hingga jip wisata membuat perjalanan tersendat. Membutuhkan waktu beberapa menit untuk menembus kemacetan.

"Itu masih mending, kalau pas liburan panjang bisa dua sampai tiga jam," kata Staf Manajemen On The Rock, Artika saat menyambut rombongan Forward.

Baca Juga: Punya IQ Tinggi, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Terancam Mati

Sebagai objek wisata yang relatif masih baru, On The Rock memang sudah menjadi tujuan wisatawan. Baik dari lokal DIY maupun luar daerah. Sejak kali pertama beroperasi pada 19 Desember 2025 lalu, Om The Rock yang awalnya hanya dikonsep untuk dikunjungi ratusan orang bisa didatangi hingga ribuan orang per harinya.

"Terus terang kami tidak menyangka antusiasme begitu tinggi, apalagi kami relatif baru buka," ungkapnya.

Antisipasi pun dilakukan. Selain penambahan fasilitas juga dengan menggandeng warga sekitar. Mulai dari penyediaan lokasi parkir hingga aktivitas lain yang bisa dikerjakan warga setempat. Selain parkir dan jip wisata, ada juga yang membuka jasa foto. Menurut dia warga lokal bahkan ikut dikaryakan sebagai pegawai di On The Rock.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Bakal Rilis Single Prarilis Addicted Jelang Album Solo

"Sembilan puluh lima persen pegawai di sini warga setempat, saya juga asli Gunungkidul," kata Artika yang sebelumnya berkerja di Kota Jogja.

Kondisi yang hampir sama juga ditemui di HeHa Ocean View, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. "Waktu terbaik untuk datang saat sunset, antara pukul 15.30 hingga 18.00, saat bayangan matahari tepat jatuh di laut lepas," terang Sisca, perwakilan manajemen HeHa Ocean View.

Saat itu rombongan Forward datang pukul 09.00. Meski bukan waktu terbaik, tapi tetap bisa menikmati objek wisata di atas tebing karst yang menyajikan pemandangan laut lepas tersebut. Di HeHa Ocean View ada tak kurang dari 12 spot foto berkonsep unik, mulai dari ikon berarsitektur Santorini ala Yunani, Trinity Glass, Air Balloon, hingga lanskap Pink Horizon.

Baca Juga: Job Fair Kulon Progo Oktober 2026 Buka 1.705 Lowongan Kerja, Cek Cara Daftarnya

Menangkap hobi trail run yang sedang digemari saat ini, Sisca membocorkan, pihak manajemen kini tengah menyiapkan pengembangan jalur tracking melintasi puncak-puncak bukit karst di sisi barat untuk memanjakan wisatawan yang menyukai petualangan alam.

"Kemarin kami sudah mencoba membuka jalur sampai ke pinggir pantai yang ada di sekitar HeHa Ocean View ini," ungkapnya.

Kreativitas dari pengelola yang menggandeng warga lokal ini yang menjadi perhatian para wartawan Forward. Wartawan senior sekaligus sesepuh Forward Chaidir mengatakan, perkembangan wisata ini membuat kawasan Gunungkidul selatan berbeda total dengan beberapa tahun lalu. Saat pantai di Gunungkidul yang dikenal hanya Pantai Baron, Krakal atau Kukup.

Baca Juga: Unik! JR East Jepang Rekrut Dua Kambing untuk Pangkas Rumput di Stasiun Tokyo

"Turing seperti ini adalah cara kami untuk melihat langsung dan meng-update realita di lapangan. Ini modal bagi wartawan agar tetap kritis dan objektif dalam memotret dinamika pembangunan,” jelas Chaidir.

Menurut dia, modal liputan langsung ke lapangan seperti ini akan menjadi modal tulisan yang berbeda bagi wartawan. Karena bisa merasakan langsung yang terjadi di lapangan. Termasuk perkembangan pembangunan infrastruktur jalan dan akses menuju kawasan tersebut.

"Tadi kita lihat sendiri di beberapa ruas sudah baik dan halus tapi juga masih ada jalan yang rusak," jelasnya.

Baca Juga: Koma Sejak 2019 Akibat Pengeroyokan, Kompol Aditia Mulya Ramdhani Meninggal Dunia

Perjalanan Forward sendiri dimulai dari sarapan bubur bersama di Warung Bubur Bu Yati, Bibis, Pajangan, Bantul. Ditemani udara pagi itu yang mendung. Hujan yang baru kembali mengguyur wilayah DIY, setelah hampir lima bulan tanpa hujan, tak membuat niat para wartawan mengendur.

Perjalanan santai dipilih dengan kecepatan rerata 50-60 kilometer per jam. Melalui wilayah Imogiri, naik ke perbukitan di wilayah Selopamioro hingga tembus ke perbatasan Gunungkidul.

Editor : Heru Pratomo
turing heha ocean view on the rock forward gunungkidul