Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Satu dari 50 Perempuan Paling Berpengaruh di Mesir Berbagi Ilmu dengan Santriwati Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

Heru Pratomo • Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:29 WIB
Kunjungan Prof Dr Nahla ke Madrasah Mualimat Yogyakarta
Kunjungan Prof Dr Nahla ke Madrasah Mualimat Yogyakarta

RADAR MALIOBORO - Salah satu dari 50 perempuan paling berpengaruh di Mesir Prof. Dr. Nahla Shabry As-Sha’idy berkunjung ke Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Penasehat Grand Syaikh Al Azhar, Kairo, Mesir itu datang Jumat (9/2). 

 

Dekan Fakultas Studi Islam Al-Azhar sekaligus Direktur Markaz Tathwir (Pusat Pengembangan Pelajar dan Mahasiswa Asing Al-Azhar) itu menyebut, Madrasah Mu’allimaat dipilih karena merupakan pondok pesantren berbasis perempuan dibawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

Dr. Nahla pun dinilai telah memberi kontribusi luar biasa dalam pengembangan proses belajar mahasiswa asing di Al-Azhar. Beliau juga berhasil menjadi figur pemberdayaan perempuan di Mesir. 

 

Dr. Nahla hadir di tanah air sejak 3 Februari 2024, berkunjung di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta 9 Februari 2024 dan 12 Februari 2024 sudah kembali ke tanah Mesir. Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah yang dikunjungi di antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dari agenda kunjungan Dr. Nahla di Indonesia. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan santriwati, guru dan karyawan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Unik Rasyidah merasa sangat berbahagia dengan kunjungan Dr. Nahla. 

 

Pasalnya Madrasah Mu’allimaat sudah melangsungkan kerjasama dengan Dr. Nahla dalam rangka kegiatan Arabic Camp yang dilakukan setiap tahun di Mesir yang salah satu agendanya adalah belajar Bahasa Arab di Markaz Tathwir, dimana Dr. Nahla sebagai direkturnya. 

“Sangat berbahagia dihadir oleh beliau, karena beliau adalah perempuan berpengaruh di Mesir," ungkapnya. 

Nantinya, lanjut Unik, akan menjadi figur di Madrasah Mu’allimaat, karena bisa melihat dan berdialog langsung dengan perempuan hebat di suatu negara, salah satunya Mesir. Tentu akan menjadi pembelajaran yang baik bagi seluruh santriwati. "Bagaimana perempuan itu harus memiliki ilmu, dan dengan ilmu itu maka akan memiliki peran yang banyak bagi bangsa, negara dan agamanya," jelas Unik Rasyidah, 

Editor : Heru Pratomo
#Madrasah Mualimat Muhammadiyah