BANTUL — Mahasiswa penerima Beasiswa Sobat Bumi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB Sobat Bumi) di Dusun Iroyudan, Guwosari, Pajangan, Bantul.
Program bertajuk “Optimalisasi Panel Surya untuk Kemandirian Energi Dusun Iroyudan Berbasis Pertanian dan Budidaya Lele” ini mendapat dukungan penuh dari Pertamina Foundation, dan menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat menjadi kunci menuju desa mandiri dan berkelanjutan.
Perlu diketahui, Dusun Iroyudan dikenal dengan potensi pertanian terpadu dan budidaya lele kolam vertikal melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Lebah Emas, semula menghadapi berbagai tantangan: biaya listrik tinggi, hasil produksi belum optimal, serta keterbatasan pemasaran produk.
Menjawab permasalahan itu, para mahasiswa Sobat Bumi UNY menggagas penerapan teknologi energi surya dengan memasang empat unit panel berdaya total 2.200 Wp. Kegiatan berlangsung 27 Mei hingga 19 Oktober 2025.
Ketua Kelompok Sobat Bumi UNY Nugraha Rizqi menjelaskan energi yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan dua pompa air submersible dan enam lampu penerangan di area pertanian dan perikanan.
"Langkah ini tidak hanya menekan biaya listrik, tetapi juga mendorong efisiensi, kemandirian, serta keberlanjutan ekonomi warga," jelas
Tak berhenti di sektor energi, program DEB juga memperkuat sektor pangan. Masyarakat dibantu menambah enam kolam pembenihan, 3.600 bibit lele unggul, serta 100 kilogram pakan.
Selain itu, warga diajak mengembangkan produk olahan lele bernilai jual tinggi seperti nugget lele dan stik tulang lele, yang diharapkan bisa masuk dalam program Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak PAUD dan TK di sekitar dusun.
“Terima kasih sudah diberikan pelatihan untuk mengolahnya sehingga bisa memproduksi cemilan dan frozen food dari lele,” ujar Siti Hayaroh, Ketua KWT Lebah Emas, dengan rasa syukur.
Selain fokus pada ekonomi, program ini juga menanamkan nilai pendidikan dan kelestarian lingkungan. Warga dibekali pelatihan seputar energi bersih dan kewirausahaan berkelanjutan, serta bersama tim Sobat Bumi menanam 12 pohon nangka sebagai simbol kepedulian terhadap ketahanan pangan keluarga dan upaya menyerap emisi karbon.
Dampaknya pun terasa nyata. Kini, Dusun Iroyudan mampu menghemat biaya listrik hingga Rp250 ribu per bulan, menekan emisi karbon sebesar 1.824 kilogram CO₂ per tahun, dan meningkatkan pendapatan warga hingga Rp500 ribu per bulan berkat peningkatan penjualan produk olahan lele.
"Setidaknya 20 anggota KWT, 25 wali murid PAUD dan TK, serta puluhan warga ikut merasakan manfaat program ini," ungkapnya.
Kepala Dusun Iroyudan, Muh. Hisyam mengapresiasi kerja sama antara mahasiswa Sobat Bumi UNY dan Pertamina Foundation.
“Sekarang Dusun Iroyudan punya kegiatan positif yang sangat bermanfaat, terutama untuk kelompok KWT Lebah Emas,” ujarnya.
Ia berharap, Dusun Iroyudan dapat menjadi contoh nyata bagaimana energi bersih bisa membuat warga lebih mandiri, lingkungan lebih les tari, dan ekonomi lebih hidup. (*/iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin