Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Diabetes MODY: Penyakit Genetik Usia Muda yang Sering Salah Diagnosis, Ini Kata Pakar FKIK UMY

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 19 Desember 2025 | 20:29 WIB
Dosen FKIK UMY sekaligus dokter spesialis penyakit dalam RS PKU Gamping,  dr Wahyu Tri Kurniawan SpPD.
Dosen FKIK UMY sekaligus dokter spesialis penyakit dalam RS PKU Gamping, dr Wahyu Tri Kurniawan SpPD.

YOGYAKARTA – Diabetes selama ini identik dengan penyakit orang tua atau akibat pola hidup yang buruk. Namun, masyarakat perlu mewaspadai jenis diabetes yang muncul karena faktor keturunan pada usia muda, yakni Diabetes MODY (Maturity Onset Diabetes of the Young).

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Wahyu Tri Kurniawan SpPD, mengungkapkan bahwa minimnya literasi membuat kasus MODY sering kali salah dikenali sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Apa Itu Diabetes MODY?

Berbeda dengan tipe umum lainnya, MODY masuk dalam klasifikasi diabetes monogenik. Artinya, penyakit ini dipicu oleh gangguan pada salah satu gen spesifik yang bertugas memproduksi insulin dalam tubuh.

“Diabetes MODY ini termasuk dalam kelompok diabetes monogenik. Kondisinya berbeda dengan tipe 1 yang bersifat autoimun, atau tipe 2 yang sangat berkaitan erat dengan gaya hidup dan obesitas,” jelas Wahyu yang juga merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS PKU Gamping Sleman, Jumat (19/12/2025).

Menyerang Usia 20-25 Tahun

Meski menyandang istilah of the young, diabetes ini biasanya tidak muncul pada usia anak-anak. Gejala klinisnya justru mulai tampak pada masa dewasa muda.

Rentang Usia: Umumnya terdeteksi pada usia 20 hingga 25 tahun.
Tantangan Diagnosis: Karena muncul di usia produktif, dokter sering kali kesulitan membedakan apakah pasien terkena MODY atau diabetes tipe 2 yang muncul lebih dini akibat pola makan buruk.

“Rentang usia MODY cukup beragam. Terlalu muda untuk diabetes tipe 2, tapi bukan pula di usia anak-anak. Inilah yang membuatnya sering sulit dibedakan di lapangan,” tambahnya.

Mengapa MODY Jarang Terdengar?

Secara statistik global, kasus MODY memang tergolong langka, yakni hanya mencakup 1–2 persen dari total keseluruhan kasus diabetes di dunia. Selain jumlahnya yang kecil, fasilitas medis menjadi kendala utama dalam pendeteksian di Indonesia.

Menurut Wahyu, penegakan diagnosis pasti untuk MODY memerlukan analisis genetik. "Pemeriksaan ini belum menjadi rutinitas di Indonesia karena keterbatasan fasilitas, biaya yang tinggi, serta akses yang masih terbatas," ungkapnya.

Gejala yang Sulit Dideteksi

Salah satu bahaya dari Diabetes MODY adalah gejalanya yang hampir tidak berbeda dengan diabetes pada umumnya. Bahkan, pada tahap awal, banyak pasien yang tidak merasakan keluhan apa pun. Hal ini menyebabkan penyakit sering baru terdeteksi setelah kondisi kesehatan menurun atau terjadi komplikasi.

Wahyu mengimbau masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki riwayat diabetes di keluarga, untuk lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan rutin. Pemahaman jenis diabetes yang tepat sangat krusial agar penanganan medis yang diberikan bisa lebih efektif sejak dini. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Fakultas Kedokteran UMY #Gejala Diabetes MODY #Diabetes Genetik Usia Muda #Wahyu Tri Kurniawan #Pakar FKIK UMY #Diabetes MODY