Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jarang Posting di Media Sosial? Ini Alasan Psikologis di Baliknya

M
Terlalu fokus ke media sosial membuat orang bisa lupa untuk interkasi secara langsung di dunia nyata. (Pinterest)
Terlalu fokus ke media sosial membuat orang bisa lupa untuk interkasi secara langsung di dunia nyata. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Di tengah maraknya budaya update di media sosial, ada beberapa orang tertentu yang justru memilih diam. Mereka sebenarnya punya akun, tapi hampir tidak pernah mengunggah apa pun. Orang seperti ini sering dianggap introvert atau misterius, padahal secara psikologis justru cukup masuk akal.


Advertisement

Orang yang jarang aktif di media sosial cenderung selektif soal privasi. Mereka sadar tidak semua orang perlu tahu detail hidupnya. Psikologi menyebut ini sebagai selective vulnerability, yaitu kemampuan membuka diri hanya kepada orang yang benar-benar dipercaya. Sikap ini membantu menghindari drama, gosip, dan tekanan sosial yang tidak perlu.

Alasan lain yang cukup kuat adalah keinginan untuk hadir penuh di momen nyata. Seseorang bisa benar-benar menikmati pengalaman tanpa harus sibuk memikirkan angle foto, caption, hingga pandangan orang lain terhadap dirinya.

Selain itu, mereka relatif kebal terhadap budaya membandingkan diri. Media sosial sering memicu perasaan tertinggal karena terus melihat pencapaian orang lain. Orang yang jarang posting biasanya tidak mendefinisikan sukses dari validasi publik. Mereka bergerak dengan cara mereka sendiri.

Advertisement

Dapat disimpulkan bahwa menjaga privasi di media sosial bukanlah tanda antisosial atau tidak percaya diri. Justru sebaliknya, hal ini bisa menjadi indikator kecerdasan emosional seseorang, dengan belajar memahami batas diri, tahu kapan perlu berbagi, dan kapan memilih menikmati hidup tanpa penonton.

(Affrendi Kurniawan)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Memasuki Usia 20-an, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Biar Tetap Waras Menjalani Hidup

Memasuki Usia 20-an, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Biar Tetap Waras Menjalani Hidup

Memasuki usia 20-an sering dianggap sebagai masa ketika seseorang mulai benar-benar "dewasa". Padahal, kenyataannya justru banyak hal terasa semakin membingungkan. Mulai dari kuliah, pekerjaan, hubungan, pertemanan...

Punya Banyak Teman Tapi Bingung Ajak Nongkrong Siapa? Gen Z Mulai Merasa “Friendless” di Usia 20-an

Punya Banyak Teman Tapi Bingung Ajak Nongkrong Siapa? Gen Z Mulai Merasa “Friendless” di Usia 20-an

Memasuki usia 20 tahun ke atas, punya banyak teman ternyata bukan lagi hal yang mudah. Kalau dulu hampir setiap hari ada teman untuk di ajak ngobrol maupun main, sekarang bertemu saja harus menunggu waktu luang.

Mengenal Lucky Girl Syndrome, Pentingnya Memberikan Afirmasi Positif Diri Sendiri untuk Kesehatan Mental

Mengenal Lucky Girl Syndrome, Pentingnya Memberikan Afirmasi Positif Diri Sendiri untuk Kesehatan Mental

Memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri menjadi hal penting bagi kesehatan mental dan semangat seseorang untuk hidup yang lebih baik. Salah satu kalimat afirmasi yang sering kali muncul terkait keberuntungan..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer