RADAR MALIOBORO - Perusahaan teknologi asal Kanada, BlackBerry Limited (BB), mencatat lonjakan harga saham sebesar 6% di bursa Nasdaq setelah mengumumkan proyeksi pendapatan optimistis untuk tahun fiskal 2026.
Peningkatan ini memperkuat keyakinan pasar bahwa transformasi bisnis BlackBerry dari produsen ponsel menjadi penyedia solusi teknologi berbasis keamanan digital mulai menunjukkan hasil nyata.
Kenaikan harga saham terjadi setelah perusahaan menyampaikan target pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 8–12%, yang dinilai berada di atas ekspektasi analis pasar.
Sejak resmi keluar dari bisnis perangkat keras ponsel pada 2016, BlackBerry mengalihkan strategi menuju pengembangan software enterprise, layanan keamanan siber, dan solusi Internet of Things (IoT).
Salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan adalah unit QNX, yang menyediakan sistem operasi untuk kendaraan pintar dan telah mencatat pertumbuhan dua digit dalam beberapa kuartal terakhir.
CEO John J Giamatteo menegaskan bahwa peluang pasar semakin terbuka luas, terutama dari sektor otomotif dan perusahaan global yang mencari solusi keamanan digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Kami melihat permintaan tinggi dari pasar kendaraan otonom dan perusahaan yang memperkuat sistem keamanannya. BlackBerry siap memenuhi kebutuhan itu dengan solusi yang aman, scalable, dan berbasis AI,” ujar Giamatteo dalam konferensi dengan investor.
Pasar merespons positif strategi jangka panjang BlackBerry.
Volume perdagangan saham BB meningkat hampir dua kali lipat dari rata-rata harian.
Kinerja keuangan kuartal pertama 2025 yang relatif stabil juga memberi sinyal perbaikan fundamental.
Beberapa analis menyatakan bahwa jika BlackBerry mampu menjaga momentum dan memperkuat kemitraan dengan industri otomotif global, pertumbuhan jangka panjang bisa tercapai, sekaligus memulihkan reputasi perusahaan yang sempat tenggelam di era smartphone modern.
Kenaikan saham BlackBerry menandai babak baru dari perjalanan transformasi perusahaan.
Dari ikon ponsel yang pernah berjaya hingga hampir terpinggirkan, BlackBerry kini perlahan bangkit dengan identitas baru: penyedia teknologi keamanan dan otomotif masa depan.
Jika rencana pendapatan 2026 terealisasi, maka bukan hanya sahamnya yang bangkit tetapi juga kepercayaan pasar terhadap potensi strategis perusahaan ini di era digital yang terus berkembang. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva