RADAR MALIOBORO - Jalur pantai selatan (Pansela) di Geparang akan menjadi perhatian. Mengingat, biasanya jalur pansela (Jalan Daendels) menjadi jalur alternatif para pemudik. "Ditambah lagi, di Jalan Daendels itu minim rambu peringatan dan petunjuk. Selain itu, juga minim penerangan," kata Kasatlantas Polres Purworejo AKP Untung Ariyono
Dia menyampaikan, ada sejumlah persiapan yang akan dilakukan untuk pengamanan saat nataru. Di antaranya, membuat sejumlah pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan).
"Untuk pospam ada di Gereja Santa Perawan Maria (Kecamatan Purworejo), Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul (Kecamatan Kutoarjo), pospam Jalur Pansela di Geparang (Kecamatan Purwodadi), serta postan di Stasiun Kutoarjo," ungkapnya Kamis (14/12).
Untuk itu, di pospam jalur pansela akan disediakan sejumlah fasilitas pelayanan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Antara lain, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satpol PP dan Damkar Purworejo. Pihaknya juga akan menyiapkan SPBU motor untuk mengantisipasi pemudik yang kehabisan bahan bakar.
Baca Juga: MAN 2 Kulon Progo Sukses Selenggarakan American Teachers Go to Jogja
"Kalau ada pemudik yang kehabisan bisa langsung jemput bola dan mengisi bensin sesuai harga yang ditawarkan SPBU. Kemudian, masyarakat bisa melanjutkan untuk mencari pom bensin terdekat," terangnya. Selain SPBU, juga akan disiapkan contact person bengkel yang bisa dihubungi selama 24 jam untuk mengantisipasi kendaraan mogok.
Rencananya, 22 Desember 2023, setiap personel sudah bersiap di masing-masing pos. Pihaknya juga telah membuat rekayasa pengalihan arus apabila terjadi kepadatan kendaraan dari Jogjakarta menuju Purworejo. "Saya berharap, nataru 2023/2024 jangan sampai ada kejadian laka lantas apalagi mengakibatkan korban jiwa," harapnya.
Sehingga, dia akan mengadakan cek kendaraan baik di terminal-terminal ataupun perusahaan bus sebagai langkah antisipasi. "Kami akan mendampingi. Dishub yang akan melalukan pengecekkan kendaraan, kami akan mengecek surat-suratnya," terang dia.
Dia juga mengingatkan, kepada para pemilik kereta kelinci atau odong-odong agar tidak beroperasi di jalan raya. Hanya boleh di tempat-tempat wisata dan hanya stay dan melayani di tempat wisata.
Baca Juga: Trailer Kung Fu Panda 4 Rilis, Po Hadapi Musuh Baru
Ke depan, pihaknya juga akan segera mensosialisasikan dan memberikan arahan terkait hal tesebut kepada pemilik odong-odong. "Agar bila terjadi laka lantas tidak melibatkan korban jiwa lebih banyak," tandas AKP Untung. (han)
Editor : Heru Pratomo