Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

JPW Sebut Aksi Klithih selama 2023 Masih Marak

Khairul Ma'arif • Selasa, 2 Januari 2024 | 18:10 WIB
TERPEROSOK: Motor yang digunakan oleh terduga pelaku klithih masuk saluran air usah dikejar warga.
TERPEROSOK: Motor yang digunakan oleh terduga pelaku klithih masuk saluran air usah dikejar warga.

RADAR MALIOBORO - Jogja Police Watch (JPW) mencatat setidaknya ada 12 kejahatan jalanan atau klithih yang terjadi selama 2023 di DIJ. Seluruhnya terjadi di sejumlah daerah di DIJ.

Di antaranya seperti di Tanjungsari, Gunungkidul yang terjadi pada 12 Januari 2023. Warga menangkap empat orang yang diduga melakukan aksi klithih. Keempatnya membawa sajam berupa gir motor yang diikat menggunakan ikat pinggang. "Dapat merusak citra DIJ sebagai Kota Pelajar," tegas Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba kemarin (1/1).

Selain itu juga ada peristiwa pada 15 Januari 2023 yang dialami seorang perempuan asal Putat, Gunungkidul. Diserang orang tak dikenal di Jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan, Bantul. Korbannya mengalami luka sobek di pipi sebelah kanan.

Sementara di Kota Jogja terjadi pada 7 Februari 2023. "Masyarakat Kota Jogja digegerkan dengan aksi klithih di Titik Nol Kilometer," sebut Kamba.

Di Bantul, lanjutnya, terjadi pada 25 Februari 2023 di Jembatan Karangjati Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sedangkan di Sleman tepatnya pada 16 April 2023, aksi klithih di Kalitirto, Berbah. Serta di Sayegan pada 13 Agustus 2023, aksi klithih terjadi yang mengakibatkan korbannya mengalami luka akibat bacokan oleh orang yang tidak dikenal.

Menurutnya, kebanyakan korban klithih mengalami luka karena sajam. Parahnya, dari kasus klithih yang terjadi para pelaku menyasar korbannya secara acak. Tidak saling kenal antara korban dan para pelaku klithih. Tentu kondisi itu sangat membahayakan bagi siapa saja di DIJ karena rentan terhadapnya.  

Dari catatan JPW pelaku kebanyakan masih berstatus sebagai pelajar bahkan di bawah umur. Pelaku klithih ini menggunakan senjata tajam seperti gir, pedang, maupun celurit. Mayoritas aksinya dilakukan pada malam hingga dini hari. "JPW berharap di tahun 2024 kasus klithih dapat dicegah sedini mungkin baik oleh pihak kepolisian, pemerintah, sekolah maupun orang tua," ujarnya. 

Kamba meyakini, aksi klithih di DIJ bisa jadi lebih dari 12 kejadian selama 2023. Menurutnya, catatan 12 peristiwa itu hanya perkiraan saja. Namun, jumlah ini bisa saja bertambah. Sebab tidak semua korban melapor. (rul/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#diserang orang tak dikenal #klithih