RADAR MALIOBORO - Desain Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya di media sosial. Meski dirancang oleh seniman ternama Nyoman Nuarta, banyak pihak merasa bahwa hasil akhir bangunan ini tidak sesuai dengan ekspektasi awal berdasarkan desain Istana Garuda yang diposting Nyoman di akun instagramnya pada (30/03/2021). Seiring berjalannya waktu, desain awal tersebut rupanya terus berkembang sehingga terlihat berbeda.
Desain yang dipublikasikan saat menang sayembara itu memang belum menjadi desain final Istana Garuda IKN. Nyoman menjelaskan bahwa pihaknya masih harus mempersiapkan tahap perencanaan selama 1 bulan lamanya. Desain final yang sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo diposting oleh Nyoman pada 11 juni 2022.
Terdapat sejumlah perubahan yang dilakukan Nyoman dengan berbagai pertimbangan filosofis maupun fungsi. Sehingga hasilnya sesuai dengan yang kita saksikan sekarang. Awalnya posisi kepala garuda tegak menghadap ke Barat, kini kepala garuda tampak merunduk. Semula kepakan sayap Garuda yang lebar di sisi kanan dan kiri dari bawah hingga atas gedung, kini cenderung menonjol hanya pada bagian atas gedung. Selain itu, jumlah bulu Burung Garuda di setiap sisi ada 7 dengan total 14 bulu di keseluruhan bangunan, kini jumlah bulu dihilangkan tetapi ada masing-masing 4 sudut sayap di sisi atas kanan dan kiri bangunan. Terkait warna, Nyoman sebelumnya memastikan akan berubah seiring dengan proses oksidasi, sehingga pada momen tertentu akan berubah menjadi warna hijau.
Hal tersebut menimbulkan kekecewaan dan menuai kritikan publik karena menganggap desainnya yang terlalu sederhana dan kurang mencerminkan kemegahan yang diharapkan, bahkan dikaitkan dengan kesan mistis. Banyak yang menilai bahwa desain tersebut tidak mampu merepresentasikan semangat nasionalisme dan kemajuan yang seharusnya diemban oleh IKN sebagai simbol baru negara. Kritik-kritik ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki konsep filosofis yang kuat, implementasi desain Istana Garuda belum berhasil memenuhi harapan publik yang menginginkan simbol kebanggaan nasional yang lebih jelas dan mencolok. Nyoman Nuarta sendiri menjelaskan bahwa desainnya sengaja dibuat lebih sederhana untuk menghindari kemewahan berlebihan.
Padahal masyarakat berharap desain akhir dari Istana Garuda dapat mencerminkan lebih banyak elemen budaya dan arsitektur yang megah untuk menunjukkan kegagahan negeri ini, yang mampu menjadi kebanggaan nasional dan internasional. Meski demikian, perdebatan mengenai desain ini juga membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana seharusnya simbol-simbol penting negara dirancang agar bisa diterima dan diapresiasi oleh publik.
Dari berbagai sumber
Penulis: Luma Nahdiya U