Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pidato Prabowo di WEF Soroti Kemiskinan Ekstrem Indonesia Capai Level Terendah Sepanjang Sejarah

Magang Radar Malioboro • Senin, 26 Januari 2026 | 14:27 WIB
Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya dalam World Economic Forum (22/1/2026). (Youtube/Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya dalam World Economic Forum (22/1/2026). (Youtube/Prabowo Subianto)

RADAR MALIOBORO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan klaim penting di hadapan para pemimpin dunia dalam forum World Economic Forum (WEF) di Swiss.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia kini berada pada titik terendah sepanjang sejarah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat tampil di forum ekonomi global bergengsi itu pada Kamis (22/1/2026) malam.

Di hadapan pemimpin negara, pelaku usaha, dan tokoh global, Prabowo menilai capaian tersebut belum banyak diketahui dunia internasional.

“Anda mungkin belum pernah mendengar cerita kami, karena kami adalah orang-orang yang tidak suka pamer. Kami rendah hati. Kami cenderung berada di bawah radar. Namun kami sangat bertekad dalam upaya kami untuk menyusul bagian dunia lainnya,” ujar Prabowo.

Ia kemudian menegaskan klaim utama yang menjadi sorotan dalam pidatonya.


“Anda mungkin tidak pernah mendengar cerita ini, tetapi kemiskinan ekstrem di Indonesia turun ke tingkat terendah dalam sejarah,” sambungnya.

Pidato Prabowo di WEF tidak hanya menyoroti capaian, tetapi juga arah kebijakan ke depan.

Ia menyampaikan tekad kuat untuk menghapus kemiskinan ekstrem sepenuhnya dalam empat tahun ke depan.

Bahkan, Prabowo mengungkapkan keyakinan bahwa kemiskinan secara keseluruhan dapat diberantas.

“Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa tahun-tahun hidup saya. Tidak ada yang lebih terhormat, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan menghapuskan kelaparan,” kata Prabowo di hadapan peserta forum.

Menurut Prabowo, inti dari kepemimpinan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi atau stabilitas angka makro, melainkan memastikan masyarakat miskin dan kelompok paling lemah memiliki harapan.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan harus berdampak langsung pada kehidupan mereka yang berada di lapisan terbawah.

Ia juga membagikan prinsip kepemimpinan yang menurutnya menjadi pegangan dalam menjalankan pemerintahan.

Prinsip tersebut ia peroleh dari sosok yang ia sebut sebagai tokoh bijaksana dan jujur dalam dunia politik.

“Dia memberi tahu saya, ‘Prabowo, tugas seorang pemimpin sangat sederhana. Jika kamu ingin menjadi pemimpin negara ini, kamu harus bekerja agar si miskin dan si lemah bisa tersenyum dan bisa tertawa,” ungkapnya.

Bagi Prabowo, senyum dan tawa masyarakat miskin bukan sekadar simbol kebahagiaan, tetapi cerminan adanya harapan dan keyakinan terhadap masa depan.

Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki mata pencaharian kelompok paling rentan di Indonesia.

“Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat orang Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah, tersenyum. Saya rasa bagian dari ini adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan kejahatan jabatan,” paparnya.

Pidato Prabowo di WEF menjadi salah satu sorotan forum tahun ini, terutama karena disampaikan di tengah tantangan global yang masih diwarnai ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, dan kesenjangan sosial di berbagai negara.

Klaim mengenai penurunan kemiskinan ekstrem Indonesia tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Indonesia ingin tampil sebagai negara berkembang yang percaya diri di panggung dunia.

Melalui forum internasional ini, Prabowo menegaskan bahwa agenda pengentasan kemiskinan akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.

Hal ini sekaligus bagian dari visi jangka panjang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dan memperkuat posisi di tatanan global. (Raka Adichandra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kemiskinan ekstrem Indonesia #level terendah #pidato prabowo #WEF #prabowo