Pasar ini selain menjual berbagai barang antik, juga menjual barang–barang bekas atau loak.
Lokasi ini selalu jadi incaran dan diburu para kolektor karena memiliki history.
Mengapa Pasar Loak ini dijuluki sebagai Pasar Senthir?
Karena Kata “Senthir” sendiri diambil dari nama "Lampu minyak" berbahan bakar minyak tanah, sehingga menghasilkan cahaya berupa api.
Senthir sendiri dulu sering di gunakan bagi warga Yogyakarta ketika listrik padam.
Asal muasal Pasar Senthir karena saban malam, ketika lapak pedagang digelar, selalu mengunakan penerangan, yang disebut 'Senthir'.
Interaksi pedagang dan pembeli di bawah penerangan lampu Senthir.
Pasar Senthir terletak di samping Pasar Beringharjo atau lebih tepatnya di area parkir Pasar Beringharjo.
Untuk jam buka pasar ini sekitar mulai pukul jam 18.00 – 23.00 WIB.
Menjelang senja atau habis maghrib para pedagang akan menggelar tikar lapak jualannya di area Parkir Pasar Beringharjo.
Karena memang Pasar Senthir berada di tempat parkir Pasar Beringharjo.
Jadi area yang dijadikan Pasar Senthir sendiri merupakan tempat parkir dari Pasar Beringharjo.
Pagi sampai sore jadi tempat parkir dari Pasar Beringharjo dan di malam hari area parkir ini akan jadi Pasar Senthir.
Barang bekas dan barang antik yang dijual di pasar Senthir sendiri berupa barang bekas yang masih layak maupun barang bekas buat hiasan.
Seperti, kamera, kaset musik tape band tua, handphone, baju, sepatu, perkakas rumah tangga dan onderdil kendaran, semua lengkap di Pasar Senthir.
Kalian jika ingin berburu barang antic atau barang bekas yang layak pakai jangan lupa mampir di Pasar Senthir ini ya. (Rattiantic/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva