Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

27 Tahun Tragedi Semanggi 1: Luka Reformasi yang Tak Pernah Sembuh

Magang Radar Malioboro • Jumat, 14 November 2025 | 02:15 WIB
Ilustrasi tragedi 1998 merenggut 17 nyawa dan ratusan orang luka-luka.
Ilustrasi tragedi 1998 merenggut 17 nyawa dan ratusan orang luka-luka.

RADAR MALIOBORO - Tepat 27 tahun berlalu sejak Tragedi Semanggi I, peristiwa kelam pada 13 November 1998 yang menelan korban jiwa di tengah gelombang reformasi.

Hingga kini, luka itu belum benar-benar sembuh.

Tuntutan keadilan bagi para korban dan keluarganya masih menggema, menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi Indonesia belum sepenuhnya selesai.

Insiden ini terjadi ketika mahasiswa dan masyarakat bergabung dalam aksi demonstrasi untuk menolak siding Istimewa MPR yang akan dilakukan pada 10-13 November 1998.

Mereka mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik dan pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.

Jumat, 13 November 2998 menjadi puncak dari segala kericuhan yang terjadi saat itu.

Mahasiswa dan masyarakat berhasil mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya.

Namun, Jalan Sudirman sudah dihadang oleh aparat dari malam hari, dan pada siang hari jumlah aparat semakin banyak dan mengepung para demonstran di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja.

Pada sekitar pukul 15.00 WIB, kendaraan lapis baja mulai bergerak untuk membubarkan massa namun mahasiswa menciba terus bertahan dan terjadilah penembakan membabi buta yang dilakukan oleh aparat.

Pada saat itu juga beberapa mahasiswa tertembak dan meninggal dunia di lokasi penembakan.

Penembakan terus terjadi dari mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB di hari berikutnya.

Mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung disambut dengan peluru dan gas air mata dari aparat. Semakin banyak korban yang terluka dan meninggal dunia.

Saking dahsyatnya kericuhan yang terjadi, korban meninggal mencapai 17 orang, yang terdiri dari 6 orang mahasiswa, 2 orang pelajar SMA, 2 orang anggota aparat, seorang satpam, 4 orang anggota Pam Swakarsa, dan 3 orang masyarakat.

Sementara 456 korban lainnya mengalami luka-luka yang diakibatkan tembakan senjata api dan pukulan benda keras. (Nauralya D)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#reformasi #tragedi semanggi 1 #orde baru #13 November #demokrasi indonesia