RADAR MALIOBORO - Teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah bertransformasi menjadi pilihan utama sistem pembayaran di Indonesia dengan jutaan pengguna. Kepopuleran ini didorong oleh kemudahan akses, proses transaksi yang cepat, dan standar keamanan yang dijamin oleh otoritas Bank Indonesia.
Kemudahan bertransaksi menggunakan Qris memang mengiurkan. Cukup dengan pindai kode, masukkan nominal, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Namun, dibalik kemudahan dan kepraktisannya, ada beberapa modus kejahatan yang mengintai pengguna yang lengah. Jadi, modus penipuan apa saja yang harus diwaspadai.
Baca Juga: Nyaman dan Kasual, Intip Gaya Berpakaian Gen Z di Tahun 2026
Kenali Tiga Modus Penipuan yang Sering Terjadi
1. QR code palsu
Para pelaku menempelkan stiker QR code palsu di atas kode asli milik pedagang. Tanpa sadar, pembayaran Anda justru masuk ke rekening penipu, bukan ke pedagang yang Anda tuju. Modus ini sering ditemukan di warung makan, toko kelontong, hingga tempat parkir.
2. Aplikasi atau Tautan Palsu
Aplikasi atau tautan palsu biaasanya menyamar sebagai platfrom pembayaran yang resmi. Pelaku biasanya menyebarkan link melalui pesan WhatsApp, SMA, atau media sosial dengan iming – iming hadiah atau diskon. Begitu anda mengeklik tautan tersebut data pribadi dan akses ke dompet digital Anda bisa dicuri.
3. Rekayasa Sosial
Rekayasa sosial atau Social Engineering. Penipu biasanya berpura- pura menjadi customer service bank atau e-wallet, lalu meminta anda membagikan kode OTP, PIN atau informasi pribadi dengan dalih verifikasi akun atau klaim hadiah.
Baca Juga: Cara Cerdas Kelola Keuangan bagi Mahasiswa Perantau dengan Uang Saku Terbatas
Tips Jitu Agar Terhindar dari Penipuan
1. Mengecek Nominal dan Nama Penerima
Sebelum melakukan atau mengeklik tombol pembayaran, usahakan selalui mengecek nama penerima dan nominal. Pastikan jumlah yang tertera sesuai dengan harga barang atau jasa, dan nama merchant yyang muncuk adalah benar. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan pembayaran, meskipun antrian di belakang padat.
2. Waspada QR Code Mencurigakan
Perhatikan terlebih dahulu apakah terdapat bekas stiker aatau tempelan yang tidak rapi pada QR code. Jika ragu, tanyakan langsung kepada pemilik toko apakah QR code tersebut masih asli. Seotang pedagang yang jujur dan baik pasti akan menghargai kehati-hatian kita.
Baca Juga: Susah Fokus Karena Sering Terdistraksi Rells dan Tiktok? Langkah-langkah ini Bisa Mengurangi Short Attention Span
3. Menjaga Kerahasiaan PIN dan Data Diri
Yang paling krusial, jaga kerahasiaan PIN dan data diri Anda seperti menjaga harta karun. Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, password, atau data pribadi kepada siapa pun, termasuk yang mengaku sebagai petugas bank. Ingat, petugas resmi tidak akan pernah meminta informasi sensitif tersebut.
Dengan mengenali modus penipuan dan menerapkan tips keamanan di atas. Kita bisa menikmati kemudahan bertransaksi QRIS dengan muda tanpa was-was. Bagikan informasi ini kepada keluarga teman-teman. Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
(Tiya Ermiyati )