Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mau Makan Petai dan Jengkol Tapi Takut Bau Mulut & Kencing Bau? Ini Cara Menetralisirnya

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 6 Februari 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi hidangan pete dan jengkol.
Ilustrasi hidangan pete dan jengkol.

RADAR MALIOBORO - Tak semua orang di dunia ini suka petai dan jengkol. Namun, kalau terlanjur suka, dua biji-bijian ini bisa jadi cinta terlarang karena punya rasa yang nikmat, tapi efek sampingnya bikin minder.

Efek tersebut bisa berupa bau mulut dan urine yang menyengat hingga membuat orang sekitar merasa tidak nyaman. Padahal, sebenarnya bau ini bisa dicegah, bukan cuma diatasi setelah kejadian.

Bau khas petai dan jengkol muncul karena senyawa sulfur di dalamnya. Zat ini tidak langsung hilang hanya dengan menyikat gigi, karena sebagian diserap tubuh dan dikeluarkan lewat napas serta urine. Tapi tenang, ada beberapa cara simpel yang bisa kamu lakukan supaya efeknya nggak separah itu.

1. Jangan makan dalam kondisi perut kosong
Makan petai atau jengkol saat perut kosong bikin senyawa penyebab bau lebih cepat diserap tubuh. Sebaiknya isi perut dulu dengan nasi, sayur, atau lauk ringan. Cara ini membantu menahan zat sulfur agar tidak langsung dominan di pencernaan.

2. Perbanyak minum air putih sebelum dan sesudah makan
Air membantu mengencerkan zat penyebab bau di tubuh. Semakin sedikit cairan yang masuk, semakin pekat bau urine dan napas. Idealnya, minum air putih sebelum makan lalu lanjutkan setelahnya agar tubuh lebih cepat membilas sisa senyawa sulfur.

3. Jangan makan berlebihan
Ini yang sering disepelekan. Petai dan jengkol aman dikonsumsi, tapi tetap ada batasnya. Terlalu banyak bisa bikin bau bertahan lebih lama, bahkan berisiko ke ginjal, terutama pada jengkol yang mengandung asam jengkolat.

4. Kombinasikan dengan makanan berserat dan berair
Sayuran hijau, mentimun, tomat, apel, atau pepaya membantu membersihkan rongga mulut sekaligus mempercepat metabolisme zat penyebab bau. Kombinasi ini bikin efek bau lebih ringan dibanding makan petai atau jengkol hanya dengan nasi saja.

5. Pilih cara masak yang tepat
Petai dan jengkol yang direbus lama, direndam air beras, atau dimasak dengan bumbu kuat tertentu cenderung lebih aman aromanya dibanding yang setengah matang atau mentah. Cara pengolahan sangat berpengaruh pada kuat-lemahnya bau yang dihasilkan.

6. Hindari kopi dan rokok setelah makan
Banyak orang salah kaprah dan mengira kopi bisa menutup bau. Faktanya, kopi dan rokok justru bikin mulut kering, yang akhirnya membuat bau petai dan jengkol terasa makin tajam.

Kalau semua langkah ini dilakukan, bau mulut dan bau urine memang nggak akan hilang 100 persen, tapi bisa jauh lebih ringan dan cepat reda. Intinya, jangan sampai kesukaan kamu makan petai dan jengkol justru merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitar.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pete #petai #bau #bau mulut #jengkol