Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aktivitas Gunung Merapi Siaga, Tercatat 23 Guguran Selama Pengamatan 14 Desember 2025

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
PANAS: Awan panas guguran terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi, Jumat malam (1/12). (Dok Istimewa)
PANAS: Awan panas guguran terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi, Jumat malam (1/12). (Dok Istimewa)

SLEMAN — Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan laporan pemantauan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dalam periode pengamatan 14 Desember 2025 pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat puluhan kejadian kegempaan yang mengindikasikan aktivitas guguran masih berlangsung.


Advertisement

Berdasarkan laporan MAGMA-VAR Badan Geologi, selama periode tersebut terjadi 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–30 mm dan durasi 54,67–159,57 detik. Selain itu, terekam 17 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–23 mm dan durasi 12–32 detik.

Dari sisi visual, Gunung Merapi terpantau tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur.

Secara meteorologis, suhu udara berada di kisaran 17,9–21 derajat Celsius, kelembaban tinggi mencapai 94–99 persen, dan tekanan udara tercatat 870,7–913 mmHg. Curah hujan tercatat 18 mm per hari, yang berpotensi meningkatkan risiko lahar dan awan panas guguran.

Advertisement

PVMBG menyatakan, suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan rawan bahaya. Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Sementara itu, lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi. Warga juga diminta mengantisipasi potensi gangguan akibat abu vulkanik.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” demikian keterangan dalam laporan yang disusun oleh Erwin Widyon.

Laporan ini bersumber dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Informasi resmi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui laman magma.esdm.go.id serta kanal media sosial PVMBG. (iwa) 

Advertisement

Artikel Terkait

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Meluncur 1,8 Km ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Meluncur 1,8 Km ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi kembali erupsi berupa awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pukul 08.50 WIB. Simak data lengkap luncuran, status SIAGA, dan imbauan BPPTKG untuk warga sekitar.

Daratan Misterius Muncul di Laut Tual Maluku Usai Gempa, Ini Kata Ahli Geologi PVMBG

Daratan Misterius Muncul di Laut Tual Maluku Usai Gempa, Ini Kata Ahli Geologi PVMBG

Heboh daratan baru menyembul di perairan Tual, Maluku usai gempa magnitudo 6,2. PVMBG pastikan fenomena ini adalah mud volcano dan melarang warga mendekat karena tanah sangat labil dan tidak aman untuk dipijak.

Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis Ludes Sekejap di HUT ke-1 Pasar Godean

Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis Ludes Sekejap di HUT ke-1 Pasar Godean

Peringatan HUT ke-1 Pasar Godean di Sleman dimeriahkan pembagian 4.000 porsi makanan gratis yang ludes dalam 15 menit, aksi donor darah, serta beragam pentas seni hingga pameran tosan aji.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer