Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Siaga, Guguran Lava Capai 1,9 Km: Warga Diminta Waspada APG dan Abu Vulkanik

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Penampakan Gunung Merapi dari Barat daya, Kampung Siluman destinasi jelajah petualangan unik di Klaten.
Penampakan Gunung Merapi dari Barat daya, Kampung Siluman destinasi jelajah petualangan unik di Klaten.

SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Dalam laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), periode pengamatan 16 Desember 2025 pukul 00.00–06.00 WIB mencatat 9 kali guguran lava pijar ke arah barat daya, tepatnya Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.  


Advertisement

Fenomena ini menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran (APG) tetap perlu diwaspadai. Gunung Merapi sendiri masih berada pada Level III (Siaga).  

Cuaca dan Kondisi Gunung

Cuaca di sekitar Merapi pada dini hari hingga pagi terpantau mendung dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat, dengan suhu udara berkisar 17,5–21 °C. Kelembaban udara cukup tinggi, mencapai 85,3–99,5 %, sementara tekanan udara berada di kisaran 871,8–914,7 mmHg.  

Advertisement

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan intensitas 0–III, dan tidak terlihat adanya asap kawah.  

Aktivitas Kegempaan

BPPTKG mencatat 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–24 mm dan durasi 39–118 detik. Selain itu, terdeteksi 15 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 7–22 mm, durasi 11–55 detik, serta jeda S-P 0,3–0,7 detik. Data ini menunjukkan adanya pergerakan magma yang masih aktif di dalam tubuh gunung.  

Advertisement

Potensi Bahaya

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan APG pada sektor selatan–barat daya, meliputi:  

- Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km  

- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km  

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi:  

- Sungai Woro sejauh maksimal 3 km  

- Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km  

Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.  

Imbauan untuk Masyarakat

BPPTKG meminta masyarakat untuk:  

- Tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.  

- Mewaspadai lahar dan APG terutama saat hujan di sekitar Merapi.  

- Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik bila terjadi erupsi.  

- Tetap mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG.  

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya di sektor tertentu. Dengan status Siaga, masyarakat di sekitar lereng Merapi diminta tetap waspada, tidak panik, dan selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang.  

Informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia dan kanal PVMBG. (iwa) 

Advertisement

Artikel Terkait

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Meluncur 1,8 Km ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Meluncur 1,8 Km ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi kembali erupsi berupa awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pukul 08.50 WIB. Simak data lengkap luncuran, status SIAGA, dan imbauan BPPTKG untuk warga sekitar.

Gunung Merapi Erupsi Hari Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter, Warga Diminta Menjauh

Gunung Merapi Erupsi Hari Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter, Warga Diminta Menjauh

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu (29/8/2026) pagi. Awan panas guguran tercatat meluncur dari kawasan puncak gunung dengan jarak mencapai sekitar 2 kilometer.

Merapi Masih Level Siaga, Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer Dini Hari Ini

Merapi Masih Level Siaga, Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer Dini Hari Ini

BPPTKG catat aktivitas Gunung Merapi periode dini hari 29 Agustus 2026, meliputi puluhan guguran lava dan gempa hybrid. Simak rekomendasi keselamatan lengkapnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer