Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Semua Wilayah Tiongkok Rayakan Imlek, Tibet Sambut Losar

M
Potret masyarakat Tibet merayakan Losar, Tahun Baru khas Tibet.”  (Sumber: kolase berbagai sumber)
Potret masyarakat Tibet merayakan Losar, Tahun Baru khas Tibet.” (Sumber: kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO— Perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi telah usai di berbagai wilayah Tiongkok. Namun, bagi etnis Tibet, pergantian tahun justru dirayakan melalui Losar, Tahun Baru Tibet yang mengacu pada kalender lunar tersendiri dan tidak selalu bertepatan dengan Imlek.

Di Kota Lhasa, Ibu Kota Daerah Otonom Xizang, suasana perayaan Losar terlihat di tengah kawasan permukiman multikultural. Warga dari berbagai latar belakang etnis seperti Tibet, Han, Hui, dan kelompok minoritas lain saling merayakan momen tahun baru dengan tetap menjaga identitas budaya masing-masing.

 Ucapan selamat Tahun Baru Tibet berdampingan dengan tradisi yang identik dengan Festival Musim Semi.
Salah satu kawasan yang mencerminkan keberagaman tersebut adalah kompleks hunian Ngangpa Kangchung di pusat kota Lhasa. Permukiman ini dihuni puluhan keluarga lintas etnis yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun. Meski perayaan Imlek dan Losar terkadang berlangsung berdekatan, warga tetap menghormati perbedaan kalender dan tradisi yang dianut.


Advertisement

Baca Juga: Imlek 2026 Segera Tiba, Ini 7 Makanan Wajib di Meja Keluarga dan Maknanya

Dalam budaya Tibet, Losar memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat. Perayaan ini biasanya diawali dengan pembersihan rumah sebagai simbol awal baru, diikuti dengan penyajian makanan khas seperti tsampa, teh mentega, serta chema, yakni kotak kayu berisi biji-bijian dan tepung jelai yang melambangkan kemakmuran dan keberuntungan. Selain itu, keluarga dan tetangga saling mengunjungi sebagai bentuk mempererat hubungan sosial.

Wilayah Xizang sejak lama dikenal sebagai ruang interaksi berbagai kelompok etnis. Secara historis, pertukaran budaya di kawasan ini telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Saat ini, mayoritas penduduk Xizang merupakan etnis Tibet, dengan sisanya berasal dari berbagai kelompok etnis minoritas lainnya. Di Lhasa saja, terdapat lebih dari seratus kompleks hunian multikultural yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Keberadaan Losar menegaskan bahwa perayaan tahun baru di Tiongkok tidak bersifat tunggal. Setiap daerah dan etnis memiliki tradisi sendiri yang diwariskan turun-temurun. Tradisi Tahun Baru Tibet ini menjadi bukti kekayaan budaya yang tetap bertahan di tengah keberagaman masyarakat Tiongkok modern.

(Alena Mutiara)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, Sedikitnya 160 Orang Tewas dan 400 Hilang

Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, Sedikitnya 160 Orang Tewas dan 400 Hilang

Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dekat perbatasan Tibet. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 400 orang hilang.

Video Viral, Fenomena Red Sprite 'Hantu Merah' Muncul di Langit Tibet, Mirip Sci-Fi tapi 100% Nyata

Video Viral, Fenomena Red Sprite 'Hantu Merah' Muncul di Langit Tibet, Mirip Sci-Fi tapi 100% Nyata

Fenomena langka Red Sprite atau petir merah raksasa terekam di atas wilayah Shannan, Tibet pada ketinggian lebih dari 5.000 meter. Video yang beredar di media sosial membuat netizen takjub seolah melihat adegan film.

Trump Bentuk Super Intelligence Force, AS Siapkan Strategi Kuasai Teknologi AI

Trump Bentuk Super Intelligence Force, AS Siapkan Strategi Kuasai Teknologi AI

Donald Trump membentuk Super Intelligence Force untuk mengoordinasikan kebijakan AI Amerika Serikat dan mempertahankan dominasi teknologi menghadapi persaingan dengan Tiongkok.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer