Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guguran Lava Gunung Merapi Capai 1.700 Meter, Status Siaga Level III Masih Bertahan

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)

Advertisement

 SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamikanya pada Selasa (4/8/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter yang mengalir deras menuju Kali Krasak di sektor barat daya.

Berdasarkan laporan MAGMA-VAR yang disusun oleh petugas pengamat Ngadiyo pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu masih menyisakan aktivitas yang patut diwaspadai. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati membubung setinggi 25 meter di atas puncak, meski sesekali tubuh gunung tertutup kabut 0-III. Cuaca di sekitar puncak terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur, suhu udara mencapai 22 °C, dan kelembaban yang sangat tinggi yakni 98,8 persen.

Di balik pemandangan yang tampak tenang, instrumen seismik justru merekam aktivitas kegempaan yang cukup intensif. Sepanjang periode pengamatan, tercatat 19 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar 2 hingga 7 mm dan durasi antara 48 hingga 165 detik. Selain itu, 16 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak terekam dengan amplitudo mencapai 29 mm, mengindikasikan adanya tekanan serta pergerakan magma yang masih terus berlangsung menuju permukaan.

Advertisement

Enam kali gempa Vulkanik Dangkal juga turut terekam dengan amplitudo 7 hingga 22 mm dan durasi 8,98 hingga 20,16 detik. Kemunculan gempa fase banyak dan vulkanik dangkal ini menjadi sinyal penting bahwa pasokan magma dari dalam perut gunung masih aktif, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG) sewaktu-waktu.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Status ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik masih di atas normal dan dapat meningkat sewaktu-waktu.

Advertisement

Berdasarkan peta potensi bahaya, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di dalam zona yang telah ditetapkan. Ancaman guguran lava dan awan panas mengintai sektor selatan hingga barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya membayangi alur Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar kawasan Merapi. Selain itu, warga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dengan menyiapkan masker dan pelindung mata.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Pemerintah melalui otoritas kebencanaan akan terus mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Merapi secara berkala dan segera meninjau ulang apabila terjadi perubahan aktivitas magma yang signifikan.

Gunung Merapi yang membentang di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten ini tetap menjadi perhatian utama baik bagi pemerintah maupun masyarakat sekitar. Hingga berita ini diturunkan, status Siaga Level III masih berlaku dan seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mengintai.

---

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta

Artikel Terkait

Trik Jitu Menikmati Petai Tanpa Bawa Bencana Bau

Trik Jitu Menikmati Petai Tanpa Bawa Bencana Bau

Makan petai memang memberikan kenikmatan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih khas dan teksturnya yang lezat kerap menjadi pelengkap sempurna untuk pelbagai hidangan, mulai dari sambal

Bangkit dari Bencana, Sekolah Malaka di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi

Bangkit dari Bencana, Sekolah Malaka di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi

Harapan baru bagi pendidikan anak-anak terdampak bencana di wilayah Sumatra bagian utara kini kembali tumbuh. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Ikhsan, atau yang kini dikenal sebagai Sekolah Malaka.

Batuk Halus Gunung Merapi, Dua Kali Guguran Lava Meluncur hingga 1,8 Kilometer di Sektor Barat Daya

Batuk Halus Gunung Merapi, Dua Kali Guguran Lava Meluncur hingga 1,8 Kilometer di Sektor Barat Daya

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya dua kali guguran lava pijar yang meluncur deras ke arah barat daya, mengular di sepanjang aliran Kali Bebeng.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer