Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

60 dari 138 Huntap Padang Sudah Jadi, Pemkot Target Tuntas Akhir 2026

D
Progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor 2025 di Balai Gadang, Padang, Sumatera Barat. Pemkot Padang mencatat 60 dari 138 unit telah selesai dan ditargetkan tuntas akhir 2026.
Progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor 2025 di Balai Gadang, Padang, Sumatera Barat. Pemkot Padang mencatat 60 dari 138 unit telah selesai dan ditargetkan tuntas akhir 2026.

Advertisement

 

RADAR MALIOBORO - Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor akhir 2025. Progres terbaru, per Kamis (29/10/2026), sebanyak 60 dari target 138 unit huntap di Balai Gadang, Kelurahan Balai Gadang, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, telah selesai dibangun.

Pantauan di lapangan, deretan rumah huntap beratap biru sudah berdiri rapi. Pekerja terlihat melintas di depan bangunan, sementara operator alat berat masih bekerja memindahkan batu fondasi untuk pembangunan tahap berikutnya. Pemkot Padang menargetkan seluruh 138 unit rampung pada akhir 2026.

Advertisement

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, pembangunan huntap dilakukan dengan dua skema. Untuk huntap terpusat, Pemkot menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi dengan lahan disiapkan Pemkot di Lubuk Minturun. Sementara bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan dibangun di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, menggunakan material Sepablock produksi PT Semen Padang yang dinilai lebih efektif, kuat, dan cepat pengerjaannya.

Selain huntap terpusat, pemerintah juga mendorong huntap mandiri melalui bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi warga yang memiliki lahan sendiri, sehingga pembangunan bisa dilakukan di lokasi masing-masing penerima manfaat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan koordinasi dengan pemerintah pusat, BNPB, dan Kementerian PKP terus diperkuat agar pembangunan berjalan sesuai rencana. Menurutnya sinergi antara pemda, pusat, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci pemulihan pascabencana.

Advertisement

Wali Kota Fadly Amran menegaskan komitmennya memastikan seluruh warga yang rumahnya rusak berat hingga hanyut mendapatkan hunian layak, aman, dan permanen sebagai solusi jangka panjang.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Program Dalane Alus Dalane Padang: Ruas Krikilan - Serut Sleman Kini Mulus

Program Dalane Alus Dalane Padang: Ruas Krikilan - Serut Sleman Kini Mulus

Penantian 8 tahun warga Tegaltirto Berbah Sleman terbayar manis. Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan Jalan Krikilan - Serut sepanjang 2 km yang kini mulus demi mendukung mobilitas dan ekonomi warga lokal.

Galodo Hantam Pusat Pemerintahan Solok, 100 Rumah Terendam dan Akses Padang-Solok Sempat Lumpuh

Galodo Hantam Pusat Pemerintahan Solok, 100 Rumah Terendam dan Akses Padang-Solok Sempat Lumpuh

Galodo Hantam Pusat Pemerintahan Solok, 100 Rumah Terendam dan Akses Padang-Solok Sempat Lumpuh. Bencana galodo atau banjir bandang menghantam jantung pemerintahan Kabupaten Solok di kawasan Arosuka.

Kenapa Nasi Padang Selalu Jadi Jawaban Saat Bingung Makan Siang?

Kenapa Nasi Padang Selalu Jadi Jawaban Saat Bingung Makan Siang?

Jam 12 siang, perut keroncongan, bingung mau makan apa, jawabannya hampir selalu sama nasi Padang. Di Jogja saja, rumah makan Padang ada di hampir tiap tikungan, dan nyaris tak pernah sepi saat jam makan siang tiba.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer