Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yonif TP 468 Satria Sadewo Tempati Markas Sementara di Wates Kulon Progo

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
CEK: Bupati Kulon Progo meninjau bangunan eks SMPN 1 Wates Kulon Progo dan SDN Percobaan IV yang digunakan untuk barak militer. (ANOM BAGASKORO/Radar Jogja)
CEK: Bupati Kulon Progo meninjau bangunan eks SMPN 1 Wates Kulon Progo dan SDN Percobaan IV yang digunakan untuk barak militer. (ANOM BAGASKORO/Radar Jogja) 

Advertisement

 KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo secara resmi meminjamkan dua kompleks bangunan eks sekolah dasar dan menengah sebagai lokasi markas sementara bagi satuan militer yang baru dibentuk di wilayah tersebut.

​Fasilitas pendidikan yang dialihfungsikan sementara tersebut meliputi bekas gedung SMP Negeri 1 Wates serta SDN Percobaan IV Kulon Progo yang berlokasi tepat di sisi timur Markas Kodim 0731 Kulon Progo.

​Bangunan bekas sekolah tersebut kini resmi menampung ratusan personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 468/Satria Sadewo selama proses penyiapan markas permanen mereka berjalan.

Advertisement

​Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turun langsung meninjau ke lokasi untuk melihat secara rinci kondisi serta kesiapan fasilitas bekas sekolah yang kini dijadikan barak prajurit TNI tersebut.

​Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan sarana pendukung dan kelayakan bangunan tetap terjaga dengan baik, meskipun status penggunaannya kini telah beralih menjadi markas militer sementara.

​Agung menjelaskan bahwa dua kompleks sekolah tersebut sebelumnya memang aktif dipergunakan oleh ratusan siswa sebelum akhirnya direlokasi ke kawasan fasilitas pendidikan terpadu di Wates.

Advertisement

​Menurut keterangannya, seluruh aset fisik bangunan gedung merupakan milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, sementara status kepemilikan tanahnya berada di bawah naungan Sultan Ground atau Paku Alam Ground.

​Pihak Pemkab Kulon Progo memberikan izin peminjaman sementara ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional yang digagas oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

​Agung mengungkapkan bahwa kawasan bekas sekolah tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan jangka panjang pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi kawasan fasilitas umum penyangga Alun-Alun Wates.

​Apabila anggaran daerah telah tersedia di masa mendatang, Pemkab Kulon Progo berencana menyulap area strategis itu menjadi pusat kuliner terpadu serta kantong parkir bagi pengunjung pusat kota.

Advertisement

Artikel Terkait

Waspada Kencing Tikus, Tujuh Warga Kulon Progo Meninggal Akibat Leptospirosis

Waspada Kencing Tikus, Tujuh Warga Kulon Progo Meninggal Akibat Leptospirosis

Dinkes Kulon Progo mencatat 64 kasus leptospirosis dengan 7 kematian sepanjang tahun 2026. Petani menjadi kelompok paling rentan tertular kencing tikus di area persawahan akibat komplikasi dan penanganan terlambat.

Gaji UMR Dianggap Kurang, Warga Kulon Progo Berebut Lowongan Kerja di Luar Negeri

Gaji UMR Dianggap Kurang, Warga Kulon Progo Berebut Lowongan Kerja di Luar Negeri

Pencari kerja di Kulon Progo mulai ramai memburu lowongan kerja luar negeri saat Job Fair 2026. Faktor besaran gaji dan tingginya biaya kebutuhan keluarga menjadi alasan utama warga memilih berkarir di luar negeri.

Job Fair Kulon Progo Oktober 2026 Buka 1.705 Lowongan Kerja, Cek Cara Daftarnya

Job Fair Kulon Progo Oktober 2026 Buka 1.705 Lowongan Kerja, Cek Cara Daftarnya

Pemkab Kulon Progo kembali menggelar Job Fair pada 27-28 Oktober 2026 di Taman Budaya Kulon Progo. Tersedia 1.705 lowongan kerja untuk menekan angka pengangguran dan menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer