Nekat Ikut Open Trip Ilegal, 14 Pendaki Gunung Merapi Diamankan Petugas TNGM

SLEMAN - Aksi nekat belasan orang pendaki yang memaksakan diri menerobos masuk ke kawasan terlarang Gunung Merapi mendadak menjadi perbincangan amat hangat di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi maraknya unggahan foto dan rekaman video penangkapan tersebut di jagat maya, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) akhirnya secara resmi buka suara untuk membeberkan kronologi kejadian sebenarnya.
Sebanyak 14 orang pendaki ilegal berhasil diamankan oleh petugas gabungan setelah terbukti nekat melakukan aktivitas pendakian di kawasan gunung berapi aktif tersebut tanpa mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.
Berdasarkan penelusuran intensif dari petugas di lapangan, rombongan pendaki tak berizin ini sengaja memanfaatkan jalur tikus ilegal di kawasan Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, demi mengelabui pengawasan ketat.
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, mengonfirmasi dan menegaskan kembali bahwa hingga saat ini seluruh akses serta aktivitas pendakian di kawasan Gunung Merapi masih ditutup total bagi publik tanpa terkecuali.
Kebijakan penutupan ketat ini diberlakukan guna menindaklanjuti rekomendasi resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang menetapkan status aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Heri membeberkan bahwa terendusnya aksi pendakian ilegal ini berawal dari laporan cepat serta sikap kritis warga masyarakat di kawasan Desa Klakah yang mencurigai pergerakan tak biasa dari sekelompok orang asing.
Warga yang resah melihat gerak-gerik rombongan tak dikenal di wilayah pemukiman mereka langsung berinisiatif menghubungi pihak pengelola taman nasional guna mengantisipasi timbulnya ancaman hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
Menanggapi laporan krusial warga tersebut, petugas Balai TNGM dengan cepat segera berkoordinasi bersama jajaran perangkat desa, masyarakat mitra Polisi Kehutanan (Polhut), serta para relawan lokal untuk menyusun langkah penindakan.
Petugas gabungan kemudian bergerak cepat menuju ke lokasi dan melakukan penungguan di area parkir kendaraan pada Sabtu (31/10) sore sekira pukul 17.47 WIB saat rombongan pendaki diperkirakan akan turun.



