Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Mulai Guyur Perbukitan Menoreh, BPBD Kulon Progo Ingatkan Ancaman Longsor

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
BENCANA: Warga Kalurahan Hargorejo membersihkan material longsor agar Jalan Klepu-Tegalsari dapat kembali dilalui. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
BENCANA: Warga Kalurahan Hargorejo membersihkan material longsor agar Jalan Klepu-Tegalsari dapat kembali dilalui. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA) 

Advertisement

KULON PROGO – Hujan mulai turun di sejumlah wilayah utara Kabupaten Kulon Progo dalam beberapa hari terakhir. Meski intensitasnya belum tinggi dan belum menandai awal musim penghujan secara menyeluruh, masyarakat diminta tidak lengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan.

Imbauan tersebut ditujukan terutama kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Perbukitan Menoreh. Wilayah dengan kondisi geografis berbukit dan memiliki sejumlah tebing rawan mengalami pergerakan tanah ketika curah hujan meningkat.

Advertisement

Kepala BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada mengatakan, hujan memang mulai mengguyur beberapa wilayah. Namun, kondisi tersebut belum bisa dijadikan patokan bahwa musim penghujan telah tiba di seluruh wilayah Bumi Binangun.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan berlangsung pada dasarian ketiga November atau menjelang akhir bulan.

Artinya, masyarakat masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan musim. Meski begitu, potensi bencana tetap perlu diperhatikan karena hujan dapat turun sewaktu-waktu dengan intensitas yang berubah.

Advertisement

"Intensitas hujan masih rendah, tapi kami mengimbau agar warga tetap waspada," ujar Setiawan, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, periode peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan merupakan waktu yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, hujan deras pertama setelah kemarau panjang berpotensi memicu terjadinya longsor.

Kondisi tanah selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Ketika kekurangan air dalam waktu lama, sebagian permukaan tanah dapat mengalami pengeringan hingga membentuk retakan.

Retakan tersebut bisa menjadi jalur masuknya air hujan ke dalam lapisan tanah. Ketika air meresap dan terkumpul, kondisi tanah berpotensi menjadi lebih labil.

Advertisement

Artikel Terkait

Bebas Ancaman Longsor, Wali Murid SDN Kokap Kulon Progo Syukuran, Gotong Royong Pindahan Sekolah

Bebas Ancaman Longsor, Wali Murid SDN Kokap Kulon Progo Syukuran, Gotong Royong Pindahan Sekolah

Wali murid SDN Kokap di Kulon Progo kompak bergotong royong memindahkan aset ke gedung baru pascarelokasi dari area rawan longsor. Pembangunan gedung baru ini selesai melalui bantuan revitalisasi senilai Rp 2,1 miliar.

Hujan Deras Diprediksi Bakal Guyur Jogja Hari Ini, BMKG Siaga Siklon Tropis 93W, Waspada Banjir dan Longsor

Hujan Deras Diprediksi Bakal Guyur Jogja Hari Ini, BMKG Siaga Siklon Tropis 93W, Waspada Banjir dan Longsor

Hujan lebat diprediksi mengguyur Yogyakarta dan Jawa Tengah hari ini Kamis 7 Mei 2026 akibat Siklon Tropis 93W. BMKG keluarkan status siaga, masyarakat diminta waspada banjir, longsor, dan angin kencang.

Warga Perbukitan Menoreh Menanti Air Bersih, Pemkab Kulon Progo Siapkan Sambungan PDAM 2027

Warga Perbukitan Menoreh Menanti Air Bersih, Pemkab Kulon Progo Siapkan Sambungan PDAM 2027

Pemkab Kulon Progo akan perluas sambungan PDAM ke Perbukitan Menoreh mulai 2027. Warga Sidomulyo yang kesulitan air bersih saat kemarau berharap rencana ini segera terwujud.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer