Tragedi Dini Hari di Gamping Sleman: Warga Gunungkidul Meninggal Tertemper Kereta BBM

SLEMAN - Suasana tenang pada Kamis (5/11) dini hari di kawasan Gamping, Kabupaten Sleman, mendadak berubah menjadi duka. Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang pria yang dilaporkan meninggal dunia akibat tertemper kereta api.
Korban diketahui berinisial EY, seorang pria berusia 35 tahun. Berdasarkan data kependudukan, korban merupakan warga Candirejo, Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Peristiwa memilukan tersebut berlangsung di jalur rel kereta api KM 539+4. Lokasi tepatnya berada di wilayah Tegalyoso, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
Waktu kejadian diperkirakan berlangsung tatkala sebagian besar warga masih terlelap tidur, yaitu sekitar pukul 03.57 WIB. Sunyinya malam seketika pecah saat insiden mendadak itu terjadi di lintasan besi tersebut.
Kereta api yang terlibat dalam kecelakaan ini merupakan kereta angkutan bahan bakar minyak (BBM). Rangkaian kereta tersebut ditarik oleh lokomotif bernomor 2601.
Perjalanan kereta api pengangkut BBM tersebut sedang melayani relasi dari Madiun menuju Sedayu. Kereta melaju dengan kecepatan konstan dari arah timur mengarah ke barat.
Ketika rangkaian kereta api mulai melintas di area tempat kejadian perkara (TKP), masinis mendapati adanya kejanggalan di area rel. Situasi yang tak terduga pun langsung dihadapi oleh awak kereta.
Dari kejauhan di kilometer 539+4, masinis melihat sesosok pria sedang berada di tengah jalur kereta. Korban terlihat berjalan kaki di area lintasan yang seharusnya steril dari aktivitas warga.
Mendapati adanya manusia di jalur perlintasan, masinis langsung mengambil tindakan darurat sesuai prosedur keselamatan jalur rel. Masinis membunyikan klakson kereta atau semboyan 35 berulang kali secara tegas.
Nada peringatan nyaring tersebut dibunyikan untuk memberi sinyal bahaya agar korban segera menjauh dari jalur rel. Namun, lantaran jarak antara kereta dan keberadaan korban sudah terlampau dekat, benturan fatal tidak dapat terelakkan.



