RADAR MALIOBORO – Nama Dokter Stephanie mungkin masih cukup asing di telinga beberapa orang. Tetapi, bagi pecinta cerita-cerita mistis maupun mencekam, mungkin sosoknya sudah cukup dikenal.
Baca Juga: Umrah Kini Bisa Pakai Berbagai Jenis Visa, Apa Saja Itu?
Dokter Stephanie merupakan seorang dokter forensic yang saat ini dikenal sebagai content creator di tiktok, Instagram, dan youtube. Ia kerap kali membagikan cerita-cerita yang cukup mencekam berdasarkan kisah nyata dari kasus-kasus yang pernah ia tangani.
Untuk lebih mengenal sosok Dokter Stephanie, berikut ini adalah profil dan biodatanya.
*Profil dan biodata*
Nama: dr Stephanie Renni Anindita, SpFM
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 20 April tahun 1987
Umur: 37 tahun
Baca Juga: Wajib Coba, 4 Smoothie untuk Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh, Salah Satunya Strawberry Almond
Instagram: @dokterstephanie
Tiktok: @dokterstephanie
Youtube: @dokterstephanie
Diketahui bahwa dr Stephanie merupakan lulusan S1 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan. Lalu, ia melanjutkan pendidikan dokter spesialis di FK Universitas Diponegoro, Semarang.
Baca Juga: Gunung Ruang Kembali Erupsi, PVMBG: Erupsi Disertai Awan Panas ke Segala Arah
Sebelum dikenal sebagai content creator, dulu dr Stephanie pernah membuka praktik di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun, karena kecintaannya pada dunia pendidikan, membuat dr Stephanie lebih fokus menjadi dosen tidak tetap di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.
Sebagai seorang content creator, tentunya dr Stephanie ingin memeberikan tayangan yang menarik dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu, dalam setiap konten yang ia buat, dr Stephanie mampu mengemas kasus-kasus yang terjadi menjadi sebuah cerita yang menarik untuk di dengarkan. Ia menjelaskan setiap detail cerita, mulai dari kronologi kasus, keterangan pelaku, hingga kondisi korban saat ditemukan.
Baca Juga: Penting Diperhatikan! Begini Cara Merawat Lensa Kontak agar Mata Tetap Sehat
Dokter Stephanie juga berharap dari konten-konten yang ia buat bisa mengedukasi masyarakat, serta mengingatkan penonton agar selalu berbuat baik dan menjauhi tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan yang dapat merugikan orang lain. Ini juga mengingatkan kita bahwa kematian bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin