Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menembakkan Meriam sebagai Tanda Berbuka Puasa, Tradisi Ramadhan di India

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 5 Maret 2025 | 22:38 WIB
Tradisi Ramadhan dari India. (Pinterest)
Tradisi Ramadhan dari India. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Bulan Ramadhan selalu diwarnai dengan berbagai tradisi unik di berbagai belahan dunia, termasuk India.

Salah satu tradisi menarik yang masih dipertahankan di beberapa daerah di India adalah menembakkan meriam sebagai tanda berbuka puasa.

Tradisi ini memiliki akar sejarah yang panjang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Muslim di India selama bulan Ramadhan.

Tradisi menembakkan meriam sebagai penanda berbuka puasa di India diyakini berasal dari era Kesultanan Mughal, yang memerintah India pada abad ke-16 hingga ke-19.

Pada masa itu, teknologi komunikasi belum secanggih sekarang, sehingga penggunaan meriam menjadi solusi praktis untuk memberi tahu masyarakat bahwa waktu berbuka telah tiba.

Selain di India, tradisi serupa juga ditemukan di negara-negara lain dengan sejarah Islam yang kuat, seperti Mesir, Arab Saudi, dan Pakistan.

Meriam Ramadhan pertama kali digunakan di Mesir pada abad ke-19, ketika penguasa Khedive Muhammad Ali Pasha memerintahkan meriam ditembakkan saat matahari terbenam sebagai tanda berbuka puasa.

Praktik ini kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk India.

Hingga kini, beberapa kota di India masih mempertahankan tradisi ini, terutama di daerah-daerah yang memiliki komunitas Muslim besar.

Kota Hyderabad, yang terkenal dengan warisan Islamnya, merupakan salah satu tempat yang masih menjalankan tradisi menembakkan meriam selama Ramadan.

Biasanya, meriam ditembakkan di dekat masjid-masjid besar atau tempat-tempat terbuka agar suara dentumannya bisa terdengar luas.

Di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, tradisi ini juga masih bisa ditemukan, meskipun kini penggunaannya lebih bersifat simbolis.

Meriam yang dulunya menggunakan bubuk mesiu kini seringkali digantikan dengan suara ledakan buatan atau sirene elektronik sebagai penanda waktu berbuka.

Bagi masyarakat India, khususnya komunitas Muslim, tradisi menembakkan meriam bukan hanya sekadar cara untuk menandai waktu berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan nostalgia.

Suara dentuman meriam menandakan saat yang dinantikan setelah seharian berpuasa, di mana keluarga dan teman-teman berkumpul untuk menikmati hidangan iftar bersama.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi bagian dari warisan budaya yang menghubungkan generasi ke generasi.

Meski kini sebagian besar masyarakat menggunakan azan dari masjid atau aplikasi digital untuk mengetahui waktu berbuka, suara meriam yang ditembakkan tetap memiliki makna historis yang mendalam bagi mereka yang tumbuh dengan tradisi ini.

(Adinda Tyas Ramadhani)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#berbuka #puasa #india #menembakkan #meriam #tanda