Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ramadhan di Negeri Ginseng, Korea Selatan: Tradisi, Tantangan, dan Keunikan

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:27 WIB

 

Seoul Central Mosque di Itaewon.  (Sumber: Instagram @kmfwithyou)
Seoul Central Mosque di Itaewon. (Sumber: Instagram @kmfwithyou)

RADAR MALIOBORO - Korea Selatan, yang lebih dikenal sebagai Negeri Ginseng, bukanlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Namun, bulan suci Ramadhan tetap dirayakan dengan penuh makna oleh komunitas Muslim yang tinggal di sana.

Dengan populasi Muslim sekitar 200.000 orang, termasuk warga negara asing dan warga lokal yang menjadi mualaf, suasana Ramadhan di Korea Selatan memiliki keunikan tersendiri.

Tantangan Berpuasa di Korea Selatan
Berbeda dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, kehidupan di Korea Selatan tetap berjalan seperti biasa selama bulan Ramadhan. Karena bukan bagian dari budaya mayoritas, tidak ada penyesuaian jadwal kerja atau sekolah bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang harus tetap beraktivitas penuh sambil menahan lapar dan haus.

Selain itu, waktu puasa di Korea Selatan juga cukup panjang, terutama jika Ramadhan jatuh di musim panas. Umat Muslim di sana harus berpuasa selama sekitar 16 hingga 17 jam, tergantung pada lokasi dan waktu matahari terbit dan terbenam. Suhu yang cukup panas di musim panas atau dinginnya cuaca di musim semi juga menjadi faktor tambahan yang menambah tantangan dalam menjalankan ibadah puasa.

Suasana Ramadhan di Masjid dan Pusat Islam
Meskipun komunitas Muslim di Korea Selatan tergolong kecil, mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, terutama di masjid-masjid yang tersebar di beberapa kota besar. Salah satu pusat utama kegiatan Ramadhan adalah Seoul Central Mosque, yang terletak di Itaewon, Seoul. Masjid ini menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dari berbagai negara untuk melaksanakan shalat Tarawih, berbuka puasa bersama, serta mengikuti kajian agama.

Selain itu, beberapa pusat komunitas Islam seperti Korea Muslim Federation (KMF) dan pusat-pusat Islam di Busan, Daegu, dan Gwangju juga menyelenggarakan berbagai kegiatan Ramadhan. Mereka menyediakan hidangan berbuka puasa gratis bagi para jamaah, terutama mahasiswa dan pekerja asing yang jauh dari keluarga.

Makanan Khas Ramadhan di Korea Selatan
Berbuka puasa di Korea Selatan bisa menjadi pengalaman yang unik karena perpaduan makanan khas Timur Tengah, Asia Selatan, dan juga beberapa makanan lokal yang halal. Banyak restoran halal di Itaewon, seperti restoran Turki, Pakistan, dan Indonesia, yang menyediakan menu khusus berbuka puasa.

Bagi komunitas Muslim Korea, beberapa di antara mereka juga mencoba mengadaptasi makanan Korea dengan bahan-bahan halal, seperti samgyetang (sup ayam dengan ginseng), bulgogi halal, serta berbagai variasi kimchi tanpa bahan yang dilarang dalam Islam. Beberapa supermarket di Seoul dan kota besar lainnya juga menyediakan produk halal yang semakin memudahkan umat Muslim untuk menyiapkan hidangan berbuka dan sahur.

Dukungan dari Masyarakat Korea
Meskipun Islam bukan agama mayoritas, masyarakat Korea Selatan umumnya cukup toleran terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Banyak warga lokal yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Ramadhan dan budaya Islam. Beberapa universitas di Korea bahkan memiliki komunitas mahasiswa Muslim yang aktif menyelenggarakan acara berbagi informasi tentang Islam dan Ramadhan kepada teman-teman non-Muslim mereka.

Baca Juga: Tujuh Rekomendasi Hotel untuk Bukber dengan Konsep All You Can Eat di Seputar Gejayan Jogja

Di beberapa tempat kerja, ada juga perusahaan yang memberi kelonggaran kepada karyawan Muslim untuk beristirahat lebih lama saat berbuka puasa atau mengizinkan mereka beribadah. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjelaskan konsep puasa kepada rekan kerja atau teman yang mungkin kurang familiar dengan tradisi ini.

Perayaan Idul Fitri di Korea Selatan
Setelah sebulan berpuasa, umat Muslim di Korea Selatan merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Masjid-masjid besar seperti Seoul Central Mosque akan dipenuhi jamaah yang datang untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Setelah itu, mereka biasanya berkumpul bersama teman-teman dan komunitas untuk makan bersama dan berbagi kebahagiaan.

Bagi mahasiswa dan pekerja asing yang tidak bisa pulang ke kampung halaman, komunitas Muslim di Korea sering mengadakan acara halal bihalal untuk tetap merasakan kehangatan Lebaran meskipun jauh dari keluarga.

Ramadhan di Korea Selatan memang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari waktu puasa yang panjang hingga minimnya fasilitas berbuka di tempat umum. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat umat Muslim di sana dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan adanya masjid, komunitas Islam yang aktif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat lokal tentang Islam, Ramadhan di Negeri Ginseng tetap menjadi momen yang penuh berkah dan kebersamaan bagi para Muslim yang tinggal di sana.

(Adinda Tyas Ramadhani)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Negeri Ginseng #masjid di korea selatan #korea selatan