RADAR MALIOBORO - Pernahkah Anda melihat jembatan dengan bentuk seperti cincin? Ternyata ada di Indonesia, tepatnya di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Dikutip dari unggahan media sosial Instagram PT Kereta Api Indonesia (KAAI), Selasa (22/4) dijelaskan jembatan ini dibangun perusahaan kereta api Belanda Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1917-1918.
SS membangun jembatan kereta api yang menghubungkan jalur Ranca Ekek, Jantinangor, Tanjung Sari, Citali. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 200 meter dengan ketinggian 30 meter. Arsitektur jembatan ini menjadi salah satu yang tercantik.
Disebutkan jembatan ini memiliki 11 tiang dan 10 lekukan setengah lingkaran dan jika dilihat dari jauh, bentuknya menyerupai potongan cincin.
"Jika jembatan-jembatan kereta api di masa kolonial terbuat dari baja, jembatan cincin imi dibuat dari konstruksi beton untuk menghemat anggaran pemerintah kolonial yang saat itu sedang mengalami krisis keuangan. Alasan ini pula yang menyebabkan jalur kereta api menuju Sumedang gagal dieksekusi," tulis unggahan PT KAAI.
Nasib buruk kemudian menimpa jalur kereta ini karena pada 1942, bertepatan dengan kedatangan Jepang, rel kereta api di jalur ini dibongkar dan menyebabkan jalurnya menjadi non-aktif.
"Padahal sebelumnya jalur ini digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan seperti teh, karet, dan mobilitas masyarakat. Karena sudah non-aktif, jembatan cincin sekarang berubah fungsi menjadi jembatan yang dimanfaatkan warga sebagai penghubung wilayah di Cikuda," tambah keterangan KAAI.
Kini kita bisa menikmati jembatan ini, dengan mengunjungi wilayah Jatinangor. Keanggunan arsitekturnya berpadu dengan pemandangan persawahan menjadikan jembatan cincin sebagai landmark di Jatinangor.
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin