Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Profil Gus Elham Yahya: Pendakwah Muda yang Kontroversial dengan Gelar "Gus"

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 12 November 2025 | 21:45 WIB
Ilustrasi Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham Yahya) (foto: tiktok, info gus elham)
Ilustrasi Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham Yahya) (foto: tiktok, info gus elham)

RADAR MALIOBORO – Gus Elham Yahya belakangan ini menjadi sorotan publik berkat kepopulerannya sebagai pendakwah muda di kalangan generasi milenial. Namun, di balik ketenarannya, banyak yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sosoknya serta makna gelar "Gus" yang disandangnya.

Mohammad Elham Yahya Luqman, atau lebih dikenal sebagai Gus Elham, lahir di Tarokan, Kediri, Jawa Timur, pada 8 Juli 2001. Meskipun usianya masih muda, 24 tahun, ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 2 dan telah melaksanakan peran penting dalam dunia dakwah.

Berasal dari keluarga pesantren yang terkemuka, ayahnya KH Luqman Arifin Dhofir adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1, sedangkan kakeknya, KH Mudhofir Ilyas, seorang ulama besar yang dihormati di wilayah tersebut. Sejak kecil, Gus Elham dibesarkan dalam lingkungan yang kuat dengan nilai-nilai keislaman.

Setelah menempuh pendidikan dasar, Gus Elham melanjutkan studi di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, di mana ia memperdalam ilmu agama. Saat ini, ia juga mengelola Majelis Taklim Ibadallah yang telah memiliki ribuan pengikut di media sosial berkat gaya dakwahnya yang santai dan relevan.

Gelar "Gus" adalah penghormatan yang umum diberikan kepada putra seorang kiai dalam tradisi pesantren. Istilah ini berasal dari kata "bagus," yang berarti baik atau mulia. Sebutan ini menandakan posisi istimewa anak tersebut dalam komunitas pesantren dan masyarakat umum.

Ulama seperti KH Muhammad Cholil Nafis menjelaskan bahwa "Gus" merupakan panggilan bagi anak laki-laki pengasuh pondok pesantren. Gus Elham, sebagai keturunan langsung kiai, mendapatkan gelar ini sebagai pengakuan atas warisannya dan harapan untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam menyebarkan ajaran Islam.

Dikenal dengan pendekatan dakwah yang membumi, Gus Elham mampu menyentuh isu-isu sehari-hari dan relevan dengan pemuda. Media sosial menjadi sarana utama bagi Gus Elham untuk menyampaikan pesan keagamaan secara kreatif.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Medali: Ketangguhan Tim Judo Tunanetra Indonesia di Tengah Cuaca Ekstrem Kazakhstan

Namun, tidak semua perhatian yang diterimanya positif. Baru-baru ini, video yang menunjukkan Gus Elham mencium seorang anak kecil saat berdakwah menjadi viral dan memicu berbagai reaksi di publik, mulai dari dukungan hingga kritik tajam.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gus elham yahya #generasi #milenial #pendakwah #Gus Elham